KITAINDONESIASATU.COM – Utang haruslah dilunasi, karena jika tidak akan menjadi tanggungan di akhirat. Ragam ikhtiar tentu saja dilakukan untuk melunasi utang, namun sebagai umat Muslim juga harus menyampaikan permohonan kepada Allah agar utang tersebut dapat dilunasi.
Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah saw pernah mengajarkan doa kepada sahabat Anshar agar terlepas dari jerat utang. Berikut doanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Teks Latin: Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”
Demikianlah doa yang diajarkan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam agar terlepas dari lilitan utang yang sering kali diikuti oleh rasa ketakutan, kesusahan, kelemahan, kekikiran, dan sebagainya. (*)




