KITAINDONESIASATU.COM – Film dokumenter Dirty Vote 2 atau Dirty Vote II o3, karya jurnalis dan kritikus politik Dandhy Laksono, resmi dirilis pada Senin, 20 Oktober 2025. Setelah versi pertamanya viral menjelang Pemilu 2024, sekuel berdurasi sekitar empat jam ini kini bisa ditonton gratis di YouTube.
Sekuel tersebut menyorot proyeksi kondisi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta menekankan pergeseran fokus dari sekadar mengungkap dugaan kecurangan pemilu ke analisis soal penguatan agenda oligarki.
Di penjelasan resmi yang diunggah di akun X @DirtyVote disebutkan:
“Sekuel Dirty Vote kali ini membuka dan membaca kartu-kartu politik oligarki yang selama ini tersembunyi di balik panggung kekuasaan.”
“Yang memperlihatkan bagaimana sistem politik kita perlahan dibajak, diatur sedemikian rupa agar selalu menguntungkan kelompok yang sama. Dari aturan, lembaga, hingga uang negara. Semuanya menjadi alat untuk mempertahankan kendali,” lanjut pernyataan tersebut.
Menurut unggahan Dandhy di akun X @Dandhy_Laksono, istilah o3 pada judul merujuk pada tiga unsur yakni Otot, Otak, dan Ongkos. Dandhy juga menggunakan metafora o3 seperti ozon yang menipis untuk menggambarkan menipisnya kesabaran publik terhadap kondisi politik saat ini.
“O3 – Otot, Otak, Ongkos. O3 – Seperti ozon, kesabaran kita menipis,” tulis Dandhy dalam unggahannya.
Dirty Vote II o3 menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk pakar hukum tata negara seperti Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, serta mengusung pendekatan investigatif yang mengupas kebijakan pemerintah dari sudut pandang kritis — sesuai tagline film: “Membaca Kartu-kartu Politik Oligarki.” (*)


