KITAINDONESIASATU.COM– Upaya Kota Bogor untuk menancapkan identitas sebagai “City of Gastronomy” kian nyata. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi membuka Festival Kopyor 2025 di Kios Kopyor, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor – PT Riset Perkebunan Nusantara, Jalan Jabaru, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu 13 Juli 2025 kemarin.
Dedie menegaskan, festival ini menjadi momentum penting sekaligus peluang besar bagi Kota Bogor dalam memaksimalkan potensi kelapa kopyor sebagai produk unggulan daerah yang lahir dari hasil riset, didukung oleh pelaku usaha hingga UMKM.
“Jadi kuliner kita tidak hanya doclang, tidak hanya soto mie, soto kuning, laksa, tapi ada produk yang dihasilkan dari potensi nyata Bogor, hasil riset di Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim, dalam keterangan tertulis, Senin 14 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa festival ini juga menjadi bagian dari strategi branding Bogor sebagai “Kota Kopyor”. Melalui kegiatan ini, masyarakat luas diundang untuk datang langsung dan menikmati kelezatan kelapa kopyor dari sumbernya, sekaligus berbagai olahan kopyor yang tersedia setiap hari di Kios Kopyor.
“Ini bagian dari langkah membangun citra baru Kota Bogor melalui pendekatan gastronomi lokal berbasis hasil riset dan potensi alam yang kita miliki sendiri,” ungkap Dedie.
Wakil Kepala PPKS, Riza Arief Putranto, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya merayakan perjalanan dua tahun Kios Kopyor yang akan memasuki tahun ketiga pada Oktober 2025, tetapi juga menjadi kilas balik atas panjangnya proses penelitian yang telah berlangsung selama empat dekade.
“Usia kebun ini sudah 40 tahun, risetnya juga sudah berjalan sejak 40 tahun lalu. Jadi memang ini harus dikembangkan lebih tangguh,” tuturnya.
Menurut Riza, eksistensi Kelapa Kopyor Bogor harus menjadi ruang afirmasi tidak hanya untuk produk itu sendiri, tetapi juga sebagai bentuk identitas produk unggulan nasional yang berakar dari Bogor. Ia menyebut, ini juga merupakan wujud nyata komitmen menghadirkan Kopyor Bogor sebagai ikon wisata berbasis agro eduwisata dan kuliner.
“Sejak pagi hingga sore kemarin, pengunjung yang datang lebih dari 1.000 orang. Sangat banyak dan membanggakan, karena sebelumnya kebun ini jarang didatangi,” ujarnya.



