KITAINDONESIASATU.COM – Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, dan salah satu jenisnya, serangan jantung, sering disebut sebagai “silent killer” karena seringkali tidak menimbulkan gejala.
Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting, salah satunya bisa dilakukan dengan cara memperhatikan kondisi jari dan kuku sebagai cerminan kesehatan jantung.
Deteksi penyakit jantung lewat jari bisa dimulai dengan memeriksa perubahan warna ujung jari.
Jika ujung jari terlihat membiru, ini bisa menjadi tanda bahwa darah Anda kekurangan oksigen, yang mungkin disebabkan oleh gangguan pada jantung. Selain jari, area tubuh lain seperti bibir atau lidah juga dapat mengalami perubahan warna serupa.
Selain itu, deteksi juga bisa dilakukan dengan memeriksa kuku jari.
Jika ada garis merah kehitaman di bawah kuku tanpa cedera yang jelas, ini mungkin menunjukkan infeksi pada lapisan jantung, seperti endokarditis.
Gejala lain yang bisa menyertai kondisi ini antara lain nyeri dada, kelelahan, demam, dan pembengkakan pada tubuh.
Gejala lainnya adalah clubbing finger, yaitu kondisi di mana ujung jari terlihat membengkak dan kuku menjadi lebih cembung seperti sendok terbalik.
Ini biasanya disebabkan oleh kadar oksigen rendah dalam darah akibat penyakit jantung yang berlangsung lama.
Meski cara ini bisa memberikan petunjuk, deteksi lewat jari tidaklah selalu akurat, karena bisa juga disebabkan oleh kondisi lain, seperti diabetes.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kesehatan jantung Anda.
Rutin melakukan skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah, sangat disarankan untuk mendeteksi penyakit jantung lebih awal.-***



