Lifestyle

Desa Gedong, Permukiman Tionghoa Tertua di Bangka yang Sarat Sejarah

×

Desa Gedong, Permukiman Tionghoa Tertua di Bangka yang Sarat Sejarah

Sebarkan artikel ini
FotoJet 2 24
Perkampungan sederhana nan bersejarah DI Kabupaten Bangka

KITAINDONESIASATU.COM – Desa Gedong adalah sebuah perkampungan sederhana nan bersejarah yang terletak di Desa Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Desa ini dikenal sebagai permukiman Tionghoa tertua di Bangka yang telah ada sejak abad ke-18.

Penduduknya diyakini merupakan keturunan etnis Hakka dari Tiongkok daratan yang dahulu dibawa oleh kolonial Belanda untuk bekerja di sektor pertambangan timah.

Konon, mereka berasal dari Provinsi Guangdong, wilayah yang terkenal sebagai tempat asal para penambang andal.

Sejak ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2000, Desa Gedong tetap mempertahankan nuansa tradisionalnya.

Desa ini dihuni oleh sekitar 50 keluarga dengan total penduduk sekitar 300 jiwa, dan berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar.

Suasana desa yang tenang dan sunyi menciptakan kesan klasik, layaknya setting dalam film lama bertema kehidupan pecinan.

Ciri khas desa ini terletak pada arsitektur rumah-rumahnya yang kental dengan gaya Tionghoa.

Sepanjang jalan desa, pengunjung dapat melihat rumah-rumah kayu beratap genteng yang masih berpenghuni.

Sebuah tugu dari rangka besi sederhana menyambut wisatawan di pintu masuk desa, memperkuat kesan sebagai kampung tua penuh kenangan.

Pada masa kolonial, Belanda membangun PLTU Mantang di Belinyu untuk mendukung aktivitas pertambangan, namun desa ini dalam kondisi minim pasokan listrik, sesuatu yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Desa Gedong berjarak sekitar 14 km dari Kota Belinyu, 53 km dari Sungailiat, dan sekitar 90 km dari Pangkalpinang, ibu kota provinsi.

Perjalanan menuju desa dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi, bus, atau angkutan umum, dan memakan waktu sekitar dua jam.

Meski akses jalan menuju desa masih campuran antara beraspal dan tanah keras, perjalanan ke desa ini tetap menyenangkan berkat pemandangan alam dan nuansa klasik yang ditawarkan sepanjang jalan.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *