“Aku milih lagu ini karna menurut aku ceritanya masih on going aja, kan cerita dari lagu ini tuh tentang ada orang yang kena ghosting terus tiba-tiba si yang ngeghosting itu balik lagi, hayoo siapa yang pernah gini?” kata Meha.
Untuk lagu “Tak Pernah Salah”, yang juga diciptakan Nina diakui Meha liriknya pas dengan pengalaman yang pernah ia alami.
“Aku pernah suka sama seseorang yang ternyata sudah punya pasangan. Aku juga sudah punya pacar. Kesimpulannya, kasih tak sampai. Sedih,” kata Meha tersenyum.
Single ketiga adalah “Turun dari Langit”, juga dibikin Nina. “Tante Ninna nulis totalnya 4 Lagu. Aku suka semua. Karena lagunya emang masih pas. Cerita tentang cinta anak muda dan persahabatan. Lagu ini ceritanya lucu seperi lagi di fase jatuh cinta, yang jatuh cinta banget gitu hi hi hi,” ia tertawa.
Lagu “Hadapi” adalah lagu terakhir yang dibikin Nina. Meha suka sekali dengan latar cerita dari lagu itu.
Ia bilang, “Lagu ini yang lagi nyeritain tentang semangat persahabatan yang tetap bersahabat walaupun sahabat kita lagi hilang arah, terpuruk bahkan tersesat di kehidupan yang gelap dan kita semangatin untuk terus bangkit dari keterpurukan, sending love and hug buat sahabat kamu yaa!”
Lagu andalan yang menjadi tema album Meha memang sengaja diberikan Harry Goro spesial buat Meha, lagu “Daku Sekarat”. “Meha memang sudah punya bakat, terlihat sejak ia berusia tahun,” kata Harry.
Sementara, Meha senang dengan pemilihan diksi atau kata-kata dalam liriknya. “Kata-katanya tuh unik banget terdengar di telinga. Easy Iistenings, enak didengar. Cerita tentang seseorang yang tidak sadar disukai lawan jenisnya. Baru tahu setelah orang yang menyukainya itu pergi entah ke mana,” katanya.

