Lifestyle

Dari Sirih Merah hingga Jahe Merah, Herbal Indonesia Berpotensi Lawan Diabetes

×

Dari Sirih Merah hingga Jahe Merah, Herbal Indonesia Berpotensi Lawan Diabetes

Sebarkan artikel ini
potensi obat herbal di Indonesia
Sijaka, produk herbal berbasis riset ilmiah karya Prof Mega Safithri bersama tim, menjadi salah satu inovasi unggulan IPB University. (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM– Di tengah tren global yang semakin melirik pengobatan alami, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat riset dan investasi obat herbal dalam 10 tahun ke depan. Hal ini disampaikan Guru Besar Biokimia Nutrisi IPB University, Prof Mega Safithri, dalam Orasi Ilmiah Guru Besar di kampus IPB University.

Prof Mega mengatakan, potensi obat herbal di Indonesia sangat menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengobatan alami yang memiliki efek samping minimal. “Dengan dilengkapi kajian ilmiah mengenai toksisitas, keamanan, dan efikasi, pengembangan obat herbal dapat lebih dipercaya,” ujarnya, Senin, 1 September 2025.

Dalam risetnya, Prof Mega dan tim menemukan sejumlah senyawa aktif dari tanaman herbal Nusantara yang terbukti memiliki manfaat kesehatan. Beberapa di antaranya adalah piperine dan piperanine pada sirih merah, gingerol pada jahe merah, serta sinamaldehid dan asam sinamat pada kayu manis.

“Senyawa ini terbukti berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah dan meredakan inflamasi pada penderita diabetes,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Mega menerangkan bahwa penelitian obat herbal untuk diabetes mellitus (DM) dapat dilakukan melalui pendekatan biokimia medis dan nutrisi. Pengujian awal dilakukan dengan simulasi komputasi terhadap enzim pengendali gula darah, seperti amilase dan alfa-glukosidase. “Jika potensinya terlihat signifikan, penelitian dilanjutkan dengan uji in vitro dan uji in vivo pada hewan coba, sebelum menuju tahap uji klinis pada manusia,” paparnya.

Baca Juga  Pria 30+ Rentan ‘Drop’ Testosteron? Ini Penyebab Utamanya yang Jarang Disadari!

Salah satu produk hasil risetnya adalah **Sijaka**, herbal pendamping terapi diabetes yang telah melalui proses komersialisasi sejak 2022. Sejumlah pengguna melaporkan adanya perbaikan kesehatan, mulai dari penurunan tremor, perbaikan kadar HbA1c, hingga kesiapan menjalani operasi mata.

Meski demikian, Prof Mega menegaskan bahwa izin edar Sijaka masih dalam tahap penyelesaian administrasi oleh mitra industri, PT Nano Herbaltama, dan ditargetkan rampung pada Agustus 2025.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik serta keterlibatan tenaga medis dalam mendukung penggunaan herbal berbasis bukti. “IPB University kini memiliki Fakultas Kedokteran dan bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Cibinong dan RS Pendidikan Universitas Airlangga, untuk pengembangan herbal pendamping terapi DM,” ungkapnya.

Baca Juga  Menyusuri Taman Nasional Gunung Leuser, Warisan Dunia di Tengah Hutan Tropis Sumatera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *