KITAINDONESIASATU.COM – Karena tidak bisa menjaga padangan mata akan muncul masalah sehingga mendapat dosa. Karena berawal dari mata lalu ke hati, dan berlanjut ke syahwat. Ini lah dosa yang harus dihindari agar hidup menjadi selamat.
Dalam kanal YouTube Al Banjah, Buya Ayahya, pengasuh Pondok Pesantren Al Banjah, yang berpusat di Cirebon, Jawa Barat, mengingatkan untuk menjaga pandangan mata karena bisa menimbulkan dosa.
Dalam Al-Qur’an disebutkan: ”Dan katakan kepada wanita untuk menutup matanya”, Buya Yahya menjelaskan menutup mata dari dua hal, yakni:
- Melihat yang Haram
Melihat aurat bagi pasangan suami istri adalah halal, tapi sebaliknya yang tidak terikat pernikahan ketika melihat aurat maka hukumnya haram.
Diakui oleh pakar-pakar syariah, bahkan juga pakar psikologi. Pakar psikologi menuliskan dampak melihat gambar-gambar yang tidak baik, seperti melihat gambar yang merangsang sesorang sehingga memicu syahwat.
Sebagai orang tua harus memperhatikan atau mengawasi memberikan fasilitas kepadanya seperti HP. Karena dengan HP bagi yang tidak bisa menjaga matanya dari melihat gambar-gambar yang tidak baik, maka akan membuat ibadah jadi malas dan berat.
Sebaliknya, jika orang bisa menjaga matanya akan ada nur di hatinya, maka akan mudah berbuat kebaikan dan susah untuk melakukan kemaksiatan.
- Menjaga Pandangan daripada Merendahkan Orang Lain
Kita sebagai manusia tidak boleh sombong, misalkan memiliki kekayaan lalu kita sombong. Ketika kita meninggal dunia tidak menikmati kekayaan di dunia. Jadi sombong dan merendahkan, serta memandangan rendah lain tidak selamat dalam hidup.
Danjuga jangan menjelek-jelekkan orang lain. Jadi jangan ingin tahu kekurangan orang lain, mencari kejelekan orang lain, maka Allah SWT akan membuka aib kita.
Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda: ”Barang Siapa mencari-mencari kesalahan saudaranya, orang lain, maka Allah akan bongkar aib dan Allah akan rendahkan walaupun di dalam rumahnya (sendiri)”.
Semoga kita dijauhkan dari melihat-lihat yang dosa, dijauhkan dari rasa sombong dan dijauhkan menjelek-jelekkan orang lain. Naudzubillah min dzalik. (*)




