KITAINDONESIASATU.COM-Selain dikenal sebagai Kota Industri, Tangerang juga dikenal dengan kuliner khasnya, yaitu Laksa atau Mie Laksa merupakan produk dari akulturasi budaya antara Tionghoa dan Melayu.
Laksa Tangerang berbeda dengan laksa kebanyakan seperti Laksa Bogor dan Laksa Betawi, Laksa khas Tangerang ini memiliki keunikan tersendiri.
Jika melihat Laksa Bogor, terdapat kuah kental yang berasal dari potongan oncom dengan campuran ketupat, bihun, tauge panjang, suwiran daging ayam, udang dan telur rebus.
Pada Laksa Betawi biasanya berisi telur, tauge pendek, ketupat, daun kemangi, dan kucai. Untuk memperkaya rasa, ada juga yang menambahkan bihun dan perkedel.
Sedangkan pada Laksa Tangerang, terbuat dari mie tepung beras putih yang sudah direbus, kemudian ditaburi daun seledri, dan diberi kuah kuning kental, juga terdapat parutan kelapa yang disangrai dan kacang hijau menjadikan kuliner khas Tangerang tersebut memiliki rasa manis sebagai cita rasa yang khas. Sebagai pelengkap, Laksa Tangerang bisa dipadukan dengan opor ayam, dan telur rebus ataupun tahu.
Selain itu, Laksa Tangerang memiliki dua jenis, yaitu Laksa Nyai dan Laksa Nyonya. Laksa Nyai dibuat oleh kaum pribumi Tangerang, sedangkan Laksa Nyonya dibuat oleh kaum peranakan China di Tangerang. Kedua Laksa ini cenderung memiliki rasa yang sama. Laksa Nyai bisa didapatkan di samping POM Bensin Babakan Cikokol, sementara Laksa Nyonya bisa didapatkan di Pasar Lama Kota Tangerang.
Pada tahun 1970-an, Laksa mulai dijajakan oleh banyak pedagang keliling di Kota Tangerang. Teriakan khas, “laksa… laksa…” dari para pedagang biasa terdengar. Mereka menjualnya dengan berkeliling dari kampung ke kampung. Namun, seiring berkembangnya zaman, laksa mulai tergeser oleh jenis makanan lain yang cepat dimasak, cepat dijual, dan mungkin lebih murah (makanan cepat saji). Sehingga, pada saat itu jejak makanan laksa mulai menghillang dalam kurun waktu 20 tahun.
Akan tetapi, pada tahun 2000 makanan ini kembali muncul di banyak tempat, apalagi setelah keberadaannya ternyata mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Bukan itu saja, bahkan Pemkot Tangerang juga memberikan dukungannya sampai saat ini.
Bahkan Laksa suda merambah dunia internasioal dengan berhasil masuk dalam daftar prestisius “50 Best Soups in the World 2023” menurut Taste Atlas. Hidangan berkuah khas Indonesia ini berhasil menyingkirkan pesaing-pesaing kuat lainnya, seperti Ramen dari Jepang dan Tom Kha Gai dari Thailand.


