KITAINDONESIASATU.COM – Papua dikenal sebagai rumah bagi beragam spesies burung eksotis, salah satunya adalah burung Cendrawasih, yang juga dikenal sebagai “burung surga”.
Di Kabupaten Boven Digoel, wisatawan berkesempatan menyaksikan salah satu jenis langka dari spesies ini, yaitu Cendrawasih Kaisar.
Burung dengan nama ilmiah Paradisaea guilielmi ini memiliki daya tarik yang luar biasa dan kerap menjadi alasan utama kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
Banyak pengunjung datang untuk menyaksikannya langsung di habitat aslinya, mempelajari karakteristiknya, serta mengabadikan momen dengan kamera.
Cendrawasih Kaisar memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari jenis Cendrawasih lain.
Ukurannya sedang, dengan panjang tubuh sekitar 30 cm. Warna bulunya khas, yaitu kuning kecokelatan, dengan paruh berwarna biru keabu-abuan.
Iris matanya tampak menawan dengan nuansa cokelat kemerahan.
Perbedaan mencolok antara jantan dan betina terletak pada ukuran tubuhnya—betina biasanya lebih kecil.
Hal ini memudahkan pengamat untuk membedakan keduanya.
Spesies ini banyak ditemukan di kawasan Boven Digoel, terutama di hutan dataran tinggi dan kawasan Perbukitan Jasirah Huon.
Untuk melihat mereka, wisatawan harus melakukan perjalanan trekking ke daerah pegunungan tersebut, yang justru menambah keseruan petualangan.
Burung ini biasanya hidup tenang di pepohonan dan tidak mudah terusik.
Makanan utamanya adalah buah-buahan dan serangga. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah saat musim kawin, ketika burung jantan menampilkan tarian dan memamerkan bulunya untuk menarik perhatian betina.
Nama “Cendrawasih Kaisar” berasal dari penghargaan terhadap Kaisar Jerman Frederick William. Burung ini pertama kali ditemukan oleh penjelajah bernama Carl Hunstein pada tahun 1884.
Untuk informasi lebih lengkap, wisatawan dapat berdiskusi dengan warga lokal atau pemandu wisata setempat.
Cara Menuju Lokasi
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Jayapura, dengan waktu tempuh sekitar 5 jam 15 menit melalui udara menuju Bandara Sentani.
Setelah itu, dilanjutkan dengan penerbangan menggunakan pesawat ATR ke Bandara Tanah Merah di Boven Digoel, yang memakan waktu sekitar satu jam tergantung kondisi cuaca.-***


