KITAINDONESIASATU.COM – Mulai Februari 2025, pemerintah akan mengadakan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) untuk masyarakat yang sedang berulang tahun.
Program ini didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui pedoman teknis yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025, yang diterbitkan pada Selasa, 21 Januari 2025.
Menurut Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, pedoman ini bertujuan memberikan panduan pelaksanaan PKG agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.
Pedoman tersebut mencakup sasaran peserta, waktu pelaksanaan, lokasi pemeriksaan, jenis layanan kesehatan, dan dokumen yang perlu disiapkan.
BACA JUGA : Sapi Manak Setahun Sepisan Program Ternak Banyuwangi
Sasaran Peserta PKG
Berdasarkan Kepmenkes, kelompok usia yang dapat mengikuti PKG meliputi:
– Bayi baru lahir (usia 2 hari ke atas)
– Balita dan anak prasekolah (usia 1-6 tahun)
– Dewasa (usia 18-59 tahun)
– Lansia (usia 60 tahun ke atas).
Waktu Pelaksanaan
Untuk bayi baru lahir, pemeriksaan dilakukan setelah 24 jam atau usia 2 hari.
Kelompok usia lainnya dapat memanfaatkan pemeriksaan hingga 30 hari setelah tanggal ulang tahun.
Bagi yang lahir pada Januari, Februari, atau Maret, pemeriksaan dapat dilakukan hingga 30 April 2025.
Lokasi Pemeriksaan
– Bayi baru lahir diperiksa di fasilitas kesehatan yang menangani persalinan (FKTP atau FKTL).
– Kelompok usia lainnya diperiksa di FKTP yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.
Cara Mendaftar
– Unduh aplikasi SATUSEHAT Mobile (SSM) dan buat akun.
– Isi data diri dan jadwalkan pemeriksaan.
– Alternatif lainnya, gunakan WhatsApp Chatbot Kemenkes di 081278878812.
– Lansia, anak prasekolah, atau penyandang disabilitas dapat didaftarkan oleh wali atau keluarga.
– Bayi baru lahir didaftarkan oleh petugas kesehatan melalui laman ASIK.
Dokumen dan Prosedur di FKTP
– Dokumen yang harus dibawa: KTP, KK, Kartu Identitas Anak (KIA), tiket pemeriksaan dari SSM atau WhatsApp, dan hasil kuesioner skrining mandiri.
– Lansia disarankan datang bersama pendamping, sementara peserta usia 40 tahun ke atas diimbau berpuasa 8-10 jam sebelum pemeriksaan.
– Jika belum terdaftar, masyarakat dapat mendaftar langsung di FKTP menggunakan aplikasi SSM atau QR code yang disediakan.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memastikan semua lapisan masyarakat mendapat akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Jenis pemeriksaan kesehatan gratis
Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan usia dan beban penyakit terbanyak pada setiap kelompok sasaran. Berikut rinciannya:
1. Bayi baru lahir (2 hari)
Kekurangan hormon tiroid sejak lahir
Kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD)
Kekurangan hormon adrenal sejak lahir
Penyakit jantung bawaan (PJB) kritis
Kelainan saluran empedu
Pertumbuhan.
2. Balita dan anak prasekolah (1-6 tahun)
Pertumbuhan
Perkembangan
Tuberkulosis
Telinga
Mata
Gigi
Talasemia (mulai usia 2 tahun)
Gula darah (mulai usia 2 tahun).
3. Dewasa (18-59)
Kardiovaskular:
Merokok
Tingkat aktivitas fisik
Status gizi
Gigi
Tekanan darah
Gula darah
Risiko stroke (mulai usia 40 tahun)
Risiko jantung (mulai usia 40 tahun)
Fungsi ginjal (mulai usia 40 tahun)
Paru:
Tuberkulosis
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) (mulai usia 40 tahun)
Kanker:
Kanker payudara (pada perempuan mulai usia 30 tahun)
Kanker leher rahim (pada perempuan mulai usia 30 tahun)
Kanker paru (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)
Kanker usus (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)
Fungsi indra:
Mata
Telinga
Kesehatan jiwa
Hati:
Hepatitis B
Hepatitis C
Fibrosis/sirosis hati
Calon pengantin:
Anemia (hanya pada perempuan)
Sifilis
HIV.
4. Lansia (mulai 60 tahun)
Geriatri
Kardiovaskular:
Merokok
Tingkat aktivitas fisik
Status gizi
Gigi
Tekanan darah
Gula darah
Risiko stroke (mulai usia 40 tahun)
Risiko jantung (mulai usia 40 tahun)
Fungsi ginjal (mulai usia 40 tahun)
Paru:
Tuberkulosis
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Kanker:
Kanker payudara (pada perempuan hingga usia 69 tahun)
Kanker leher rahim (pada perempuan hingga usia 69 tahun)
Kanker paru (pada laki-laki)
Kanker usus (pada laki-laki)
Fungsi indra:
Mata
Telinga
Kesehatan jiwa
Hati:
Hepatitis B
Hepatitis C
Fibrosis/sirosis hati




