KITAINDONESIASATU.COM – Cegukan sering terjadi pada bayi, termasuk bayi yang baru lahir, dan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.
Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak membahayakan dan justru bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang tumbuh dengan baik.
Cegukan pada bayi biasanya terjadi beberapa kali dalam sehari dan bisa berlangsung lebih dari 10 menit.
Hal ini umumnya disebabkan oleh kontraksi otot diafragma secara tiba-tiba dan tidak disengaja.
Ketika diafragma berkontraksi, pita suara menutup dan menghasilkan suara khas “hik”.
Beberapa pemicu umum cegukan pada bayi antara lain:
Saluran pencernaan yang belum sempurna, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Bayi menyusu atau minum terlalu banyak hingga menyebabkan perut kembung.
Menelan udara saat makan atau menyusu terlalu cepat, yang menimbulkan gas di dalam perut.
Bayi terlalu lama menangis sehingga udara masuk ke perut.
Pemberian makanan dengan suhu yang kontras dalam waktu dekat, misalnya susu dingin diikuti makanan hangat.
Masalah pencernaan ringan.
Alergi atau sensitivitas terhadap zat dalam makanan atau susu formula.
Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi
Meski biasanya akan reda dengan sendirinya, berikut beberapa langkah yang bisa membantu menghentikan cegukan pada bayi:
Bantu bayi bersendawa setelah menyusu:
Gendong bayi dalam posisi tegak dan tepuk atau usap punggungnya perlahan sampai bersendawa.
Berikan susu perlahan:
Hindari pemberian susu atau makanan secara terburu-buru. Jika bayi mulai cegukan, hentikan sejenak untuk mencegah tersedak.
Atur posisi saat menyusu:
Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perut saat menyusu agar udara tidak mudah masuk ke lambung.
Gunakan empeng:
Aktivitas mengisap empeng bisa membantu mengendurkan otot diafragma.
Untuk mencegah cegukan, pastikan bayi dalam kondisi tenang saat makan, hindari bermain setelah makan, jaga posisi tubuh tetap tegak selama 20–30 menit usai makan, dan berikan makanan dalam jumlah wajar.
Segera konsultasikan ke dokter jika cegukan terus-menerus mengganggu aktivitas bayi, menyebabkan bayi rewel, muntah, atau tampak sulit bernapas.-***




