KITAINDONESIASATU.COM – Kolesterol memiliki peran penting dalam membangun jaringan tubuh dan memproduksi hormon, tetapi jika kadarnya terlalu tinggi, dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri. Hal ini bisa berujung pada masalah kesehatan serius.
anak-anak juga bisa mengalaminya. Penyebab utamanya adalah faktor keturunan, obesitas dan pola makan yang tidak sehat.
Jika dibiarkan, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung di kemudian hari.
Kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang baik (HDL) dan yang jahat (LDL). Pada anak-anak, kadar normalnya adalah HDL lebih dari 45 mg/dL, LDL kurang dari 100 mg/dL, dan total kolesterol di bawah 170 mg/dL.
BACA JUGA: Dampak Kadar Kolesterol LDL Tinggi dan Tips Menurunkannya
Karena kolesterol yang tinggi pada anak sering tidak menunjukkan gejala, disarankan untuk memeriksa kadar kolesterol sejak usia 9–11 tahun, serta melakukan pengecekan ulang pada usia 17–21 tahun.
Anak dengan faktor risiko tinggi, seperti diabetes, obesitas, atau riwayat keluarga dengan kolesterolnya yang tinggi, perlu menjalani pemeriksaan lebih awal, bahkan sejak usia 2 tahun.
Jika terjadi pada anak, pengobatan utama adalah perubahan gaya hidup. Salah satu langkah penting adalah membatasi makanan tinggi kolesterol, lemak jenuh, gula, dan lemak trans, seperti gorengan dan makanan cepat saji.
Selain itu, memasak dengan minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun atau minyak kedelai, sangat dianjurkan.
Pola makan sehat juga penting, termasuk makanan rendah lemak jenuh, tinggi serat, dan kaya protein, seperti gandum, sayuran, ikan, dan buah-buahan segar. Jangan lupa, olahraga teratur juga sangat bermanfaat menjaga kesehatan jantung.
Rutin bergerak selama 60 menit sehari dapat membantu anak tetap sehat. Jika sulit menerapkan perubahan ini, berkonsultasilah dengan dokter untuk solusi terbaik.- ***


