KITAINDONESIASATU.COM – Puasa Ramadan akan datang sebentar lagi. Maka, utang puasa atau qadha Ramadan tahun lalu yang belum terbayar harus segera dibayar atau dilunasi.
Karena puasa Ramadan adalah hukumnya wajib, salah satunya diterangkan dalam surat Al-Baqarah Ayat 183 dan 185:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Biasanya yang sering tidak puasa di bulan Ramadan adalah kaum perempuan. Hal ini karena ada tamu bulanan atau haid. Diketahui, wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untik berpuasa.
Selanjutnya, mereka wajib untuk mengkhada puasa Ramadan dengan niat puasa di malam hari.
Hal ini sebagimana menurut Mazhab Syafi’i:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.
Artinya, “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna).
Adapun berikut ini adalah lafal niat qadha puasa Ramadan:
Teks Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Teks Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Semoga Allah SWT menerima uzur dan qadha puasa Ramadan kita. Wallahu a‘lam. (*)


