KITAINDONESIASATU.COM – Berikut penjelasan dari dr. Zaidul Akbar tentang beberapa cara agar tidak mudah ngantuk saat puasa Ramadhan.
Puasa Ramadhan seringkali membuat tubuh merasa lemas dan mengantuk, terutama setelah sahur.
Banyak orang mengeluh merasa mengantuk sepanjang hari karena pola makan yang kurang tepat.
Menurut dr. Zaidul Akbar, seorang ahli kesehatan dan pendakwah, rasa kantuk setelah sahur bisa diminimalisir dengan memilih menu sahur yang sehat dan bergizi.
Dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa banyak faktor yang menyebabkan rasa kantuk setelah sahur, salah satunya adalah jenis makanan yang dikonsumsi.
Oleh karena itu, ia memberikan beberapa tips yang bisa membantu menjaga tubuh tetap bugar dan menghindari rasa kantuk saat berpuasa.
Tips Agar Tak Mudah Ngantuk saat Puasa Ramadhan

- Konsumsi Lemak Sehat
Lemak sehat adalah komponen penting yang dapat memberikan energi stabil sepanjang hari tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang bisa memicu rasa kantuk.
Dr. Zaidul Akbar merekomendasikan konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti alpukat dan minyak zaitun.
“Lemak ini salah satunya ya minyak zaitun, atau mungkin alpukat itu lemak yang bagus,” ujarnya, seperti dikutip dari kanal Youtubenya.
Lemak sehat membantu tubuh berfungsi dengan optimal dan memberikan energi yang lebih stabil selama berpuasa.
- Pilih Karbohidrat Sehat
Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh, namun tidak semua karbohidrat memberikan manfaat yang sama.
Dr. Zaidul Akbar menyarankan untuk memilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, ubi, kentang, atau singkong.
“Jangan terlalu banyak karbohidratnya ya,” tegasnya.
Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga dapat menjaga energi tetap stabil dan menghindari rasa kantuk setelah sahur.
- Perbanyak Makanan Berserat dan Berprotein
Untuk menjaga tubuh tetap fit selama berpuasa, penting untuk memperhatikan asupan serat dan protein.
Dr. Zaidul Akbar menyarankan agar sayuran dan buah-buahan mendominasi piring saat sahur.
“Kalau mau tetap fit ya sebenarnya adalah 4 per enam dari isi piringnya itu adalah sayuran dan buah-buahan. 1/6-nya adalah protein,” kata dr. Zaidul Akbar.
Serat dari sayuran serta protein dari kacang-kacangan, seperti kacang hijau dan edamame, dapat membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
- Racikan Sahur Sehat dan Praktis
Bagi yang mencari cara sahur yang praktis namun tetap bergizi, dr. Zaidul Akbar memberikan resep sederhana namun efektif.
“Kalau gampang, saya kasih tipsnya: alpukat satu dikerok, kasih madu sedikit, lalu minum minyak zaitun juga bisa, kemudian air putih. Itu sudah cukup untuk kebutuhan kita,” jelasnya.
Racikan ini kaya akan lemak sehat, serat, dan antioksidan yang akan mendukung tubuh tetap terjaga selama berpuasa.
Menu Sahur untuk Penderita Kolesterol
Bagi penderita kolesterol, memilih makanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Dr. Zaidul Akbar menyarankan konsumsi kurma yang kaya akan zat besi yang membantu metabolisme tubuh.
“Kurma itu mengandung Fe atau besi yang terikat dengan sempurna apalagi jika bertemu dengan vitamin C,” ujarnya.
Selain itu, konsumsi buah-buahan kaya vitamin C, seperti jeruk atau semangka, dapat membantu penyerapan zat besi dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk penderita kolesterol, minyak zaitun juga sangat dianjurkan karena memiliki manfaat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Menu Sahur untuk Penderita Diabetes
Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil saat sahur adalah hal yang sangat penting. dr. Zaidul Akbar merekomendasikan konsumsi karbohidrat sehat seperti beras merah, beras coklat, sorgum, atau umbi-umbian.
“Makanan sehat itu seperti beras coklat, beras merah, sorgum atau umbi-umbian juga bisa,” ujar dr. Zaidul Akbar.
Selain itu, makanan yang tinggi serat seperti rumput laut, kolang kaling, dan cincau hijau juga sangat baik untuk penderita diabetes, asalkan tidak diolah menjadi es campur yang mengandung gula tinggi.
Demikian tadi penjelasan dari dr. Zaidul Akbar tentang beberapa cara agar tidak mudah ngantuk saat puasa Ramadhan.(*)




