KITAINDONESIASIASATU.COM – Sekarang sudah masuk bulan Syaban, yang dilanjutkan bulan Ramadan. Bagi kaum muslim yang punya utang puasa jangan ditunda-tunda lagi untuk membayar atau mengqadha puasa Ramadan. Jika memang tidak sedang udzur syar’i, seperti sakit, sebaiknya segera mengqadha puasa Ramadan.
Mengqadha puasa Ramadan memang tidak harus dengan segera mungkin, bisa diperpanjang sampai sebelum bertemu Ramadan berikutnya, dengan catatan memang pada saat itu belum bisa berpuasa karena ada uzur.
Namum, karena ada keluasan waktu, dan sudah masuk bulan Syaban, dan dilanjutkan bulan Ramadan, maka tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda untuk mengqadja puasa Ramadan.
Abu Bakar Al-Hishni, seorang ulama yang terkenal di pesantren tradisional menyebutkan bahwa perempuan yang harus segera membayar puasanya setelah Ramadan, yaitu perempuan yang membatalkan puasanya tanpa sebab. Tanpa sebab yang dimaksud yaitu tidak dalam kondisi hamil besar, menyusui, bepergian, dan sakit.
Jadi, megqadha puasa Ramadan jangan ditunda-tunda, apalagi dipermainkan karena merupakan perintah wajib puasa.
Dalam kitab Kifayatul Akhyar juz 1, disebutkan bahwa istri Rasulullah SAW, Sayyidah Aisyah radlhiyallahu anha, memiliki kebiasaan membayar utang puasa Ramadhan PADA bulan Syaban semasa hidup bersama Nabi Muhammad.
Aisyah mengqadha puasa pada tenggat yang sangat mepet karena memiliki kesibukan mendampingi Rasulullah sehingga tidak mampu mengqadha puasa di selain bulan Syaban.
Aisyah mengqadha puasa Ramadan di bulan Syaban. Hal ini dilakukan karena Nabi Muhammad SAW mempunyai kebiasaan berpuasa di bulan Syaban. Aisyah bayar utang Ramadan karena sebab haid dan sebagainya. (*)




