Lifestyle

Bukit Daun, Jejak Gunung Berapi dan Keanekaragaman Hayati di Bengkulu

×

Bukit Daun, Jejak Gunung Berapi dan Keanekaragaman Hayati di Bengkulu

Sebarkan artikel ini
FotoJet 13 5
Bukit Daun, Bengkulu

KITAINDONESIASATU.COM – Bukit Daun merupakan kawasan hutan lindung yang sekaligus menjadi destinasi rekreasi alam, terletak di jalur antara Bengkulu dan Curup, sekitar 45 kilometer dari Kota Bengkulu.

Hutan ini dikenal sebagai rumah bagi beragam spesies satwa liar dan berada di wilayah Sumatera yang relatif terpencil dan jarang dihuni.

Keunikan utama Bukit Daun terletak pada formasinya sebagai salah satu gunung berapi kembar bersama Gunung Gedang.

Keduanya membentuk struktur geologi yang menarik, karena terhubung melalui kaldera besar dengan diameter sekitar 3 kilometer.

Baca Juga  Pulau Malenge, Dua Dunia dalam Satu Pulau

Di bagian puncak Bukit Daun sendiri terdapat sebuah kawah besar berukuran 600 meter yang kini telah menjadi danau kawah.

Selain danau utama tersebut, terdapat pula danau kawah yang lebih kecil bernama Tologo Kecil yang berada di sisi selatan-barat daya (SSW) dari gunung ini.

Tologo Kecil menambah daya tarik kawasan ini, baik dari sisi geologi maupun keindahan alam.

Meskipun Bukit Daun tergolong sebagai gunung berapi, hingga kini belum tercatat adanya aktivitas letusan dalam sejarah modern.

Namun, tanda-tanda aktivitas vulkanik masih ada, salah satunya adalah keberadaan fumarol atau semburan uap panas bumi yang ditemukan di sekitar kawah bagian sisi selatan-barat daya.

Baca Juga  Keindahan Alam dan Keanekaragaman Hayati di Kepulauan Banda

Kondisi alam yang masih asri, keberagaman flora dan fauna, serta keunikan geologis menjadikan Bukit Daun sebagai tempat yang menarik untuk dijelajahi.

Bagi para pecinta alam, peneliti, maupun wisatawan yang menyukai petualangan dan eksplorasi alam liar, kawasan ini menawarkan pesona tersendiri.

Dengan peran ganda sebagai kawasan konservasi dan objek wisata alam, Bukit Daun menjadi salah satu contoh pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi wisata berbasis alam di Indonesia.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *