Lifestyle

Bukan Sekadar Upacara! Menguati Banua, Perpaduan Sakral dan Wisata Budaya Berau

×

Bukan Sekadar Upacara! Menguati Banua, Perpaduan Sakral dan Wisata Budaya Berau

Sebarkan artikel ini
FotoJet 13 6
Upacara Adat Menguati Banua.

KITAINDONESIASATU.COM – Wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kaya akan budaya lokal yang menarik untuk dijelajahi, salah satunya adalah Upacara Adat Gunung Tabur atau dikenal juga sebagai Menguati Banua.

Upacara ini dilaksanakan satu kali dalam setahun dan berlokasi di Istana Gunung Tabur.

Meski hanya berlangsung selama satu hari, acara ini mampu menarik banyak orang, termasuk warga sekitar dan wisatawan yang penasaran.

Tujuan utama dari Menguati Banua adalah memohon perlindungan dari malapetaka serta mengusir nasib buruk dari desa.

Warga dan pemimpin adat berkumpul di istana untuk berdoa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan ini bukan hanya ritual sakral, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi asli masyarakat Berau.

Walau bersifat spiritual, upacara ini terbuka bagi wisatawan, termasuk dari mancanegara, asalkan mereka menghormati aturan dan mengikuti tata cara yang berlaku.

Menguati Banua kental dengan nuansa keislaman, karena doa-doanya ditujukan kepada Allah untuk memohon kesehatan dan keselamatan. Banyak yang menyamakan ritual ini dengan “Buang Naas” milik Suku Bajau, meski keduanya berbeda dalam pelaksanaan.

Ritual Utama: Doa dan Air Pemberkatan
Prosesi penting dari Menguati Banua melibatkan air yang telah didoakan, lalu dibuang ke sungai sebagai simbol pembersihan desa dari energi negatif.

Doa biasanya dipanjatkan di sebuah masjid tua, lalu warga bersama-sama membawa air itu ke sungai terdekat. Wisatawan diperbolehkan mengambil foto selama upacara, tetapi tetap harus meminta izin terlebih dahulu.

Setelah mengikuti upacara, wisatawan bisa mencicipi kuliner khas Gunung Tabur seperti Buras, makanan yang sering disajikan saat acara adat.

Ada pula hidangan lokal lainnya seperti Talinga Sagayi, Rangai, dan Kajajanga. Tak hanya itu, pertunjukan Tari Kancet dari Suku Dayak menambah kekayaan pengalaman budaya di daerah ini.

Untuk menuju Kecamatan Gunung Tabur, pengunjung bisa terbang ke Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb.

Dari sana, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan lokal menuju lokasi upacara. Tersedia pula beragam pilihan penginapan di sekitar wilayah tersebut.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *