Lifestyle

Bukan Film Horor Biasa: Sinners Cetak Sejarah di Oscar dan Box Office Global

×

Bukan Film Horor Biasa: Sinners Cetak Sejarah di Oscar dan Box Office Global

Sebarkan artikel ini
Film Sinners
Poster Film Sinners.

Tak hanya soal uang, Sinners juga diakui kualitas artistiknya. Film ini masuk daftar karya terbaik tahun 2025 versi American Film Institute (AFI) dan National Board of Review (NBR). Puncaknya, Sinners mencetak sejarah dengan mengantongi 16 nominasi Piala Oscar 2026, sekaligus mendominasi ajang Golden Globe dan Critics’ Choice Awards.

Sinopsis Film Sinners

Cerita Sinners berlatar tahun 1932 dan mengikuti perjalanan dua saudara kembar veteran Perang Dunia I, Elijah “Smoke” dan Elias “Stack” Moore, yang keduanya diperankan oleh Michael B. Jordan. Setelah lama hidup di Chicago, mereka kembali ke kampung halaman di Clarksdale, Mississippi, membawa uang hasil kejahatan untuk memulai hidup baru.

Keduanya membeli sebuah penggergajian tua yang kemudian diubah menjadi juke joint—tempat hiburan bagi komunitas kulit hitam. Bersama sepupu mereka, Sammie, seorang musisi muda berbakat yang berseberangan dengan ayahnya yang seorang pendeta anti-musik blues, mereka membangun ruang harapan di tengah kerasnya realitas zaman.

Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Ancaman mengerikan datang dari Remmick, vampir asal Irlandia, yang bersama sekelompok anggota Ku Klux Klan yang telah ia ubah menjadi vampir, mengincar juke joint tersebut. Musik blues Sammie yang penuh kekuatan mistis justru memanggil roh masa lalu dan masa depan—sekaligus menarik para makhluk malam.

Pertempuran berdarah pun tak terhindarkan. Banyak nyawa melayang, dan Smoke harus mengambil keputusan paling tragis dengan mengorbankan diri demi menyelamatkan Sammie. Sementara itu, Sammie memilih jalan musik, meski harus menentang keyakinan sang ayah.

Puluhan tahun kemudian, Sammie yang telah menjelma menjadi legenda blues kembali dipertemukan dengan Stack dan Mary—makhluk abadi yang tak pernah menua. Pertemuan itu membuka luka lama dan mengungkap satu fakta pahit: malam berdarah di Clarksdale adalah satu-satunya momen ketika mereka benar-benar merasakan arti kebebasan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *