Lifestyle

Bubur Ase, Kuliner Khas Betawi yang Tetap Jadi Primadona di Perayaan Budaya

×

Bubur Ase, Kuliner Khas Betawi yang Tetap Jadi Primadona di Perayaan Budaya

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 13
Bubur Ase, Kuliner Khas Betawi

KITAINDONESIASATU.COM – Bubur ase adalah salah satu kuliner tradisional unik khas Betawi yang menawarkan cita rasa dan penyajian yang berbeda.

Hidangan ini kini sulit ditemukan di Jakarta. Meski begitu, ia masih menjadi favorit di acara-acara besar, seperti Pekan Raya Jakarta, yang kerap menghadirkan jajanan tradisional.

Juga dikenal sebagai bubur cerancam, bubur ase memiliki ciri khas yang membedakannya dari bubur lainnya.

Hidangan ini terdiri dari bubur nasi putih yang dilengkapi dengan kuah semur daging hitam, asinan sayuran, serta berbagai pelengkap seperti kacang, tahu, kerupuk, dan sambal.

Keunikan bubur ase terletak pada dua hal utama. Pertama, bubur ini disajikan dalam keadaan dingin, berbeda dari kebanyakan bubur yang biasanya hangat.

Kedua, tampilannya yang mencolok dengan warna hitam dari kuah semur daging membuatnya mudah dikenali.

Asal usul nama “ase” memiliki dua versi. Dalam buku Mengenal Bubur Tradisional Nusantara karya Paskalina Oktavianawati, disebutkan bahwa “ase” bisa diartikan sebagai “dingin,” merujuk pada penyajian bubur dan lauknya yang tidak panas.

Versi lain menyebutkan bahwa “ase” adalah singkatan dari asinan semur, yang merujuk pada kombinasi semur daging dan asinan sayuran dalam hidangan ini.

Selain menjadi makanan khas, bubur ase juga berfungsi sebagai sumber energi, terutama bagi masyarakat Betawi yang sering mengonsumsinya sebagai sarapan.

Perpaduan karbohidrat dari bubur nasi, protein dari semur daging, serta nutrisi dari asinan sayuran menjadikan hidangan ini bergizi dan mengenyangkan.

Meskipun semakin jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, bubur ase tetap menjadi simbol budaya Betawi yang dapat dinikmati dalam perayaan-perayaan budaya besar.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *