Lifestyle

Buat Introspeksi Diri, Ini 5 Golongan Orang Merugi di Bulan Ramadan

×

Buat Introspeksi Diri, Ini 5 Golongan Orang Merugi di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bulan puasa Ramadan. (Ist)
Ilustrasi bulan puasa Ramadan. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Bulan Ramadan adalah bulan yang banyak memiliki keutamaan, di mana setiap amaliah mendapatkan balasan pahala berlipat-lipat dari Allah SWT. Namun, di bulan itu ada golongan orang-orang yang merugi di bulan Istimewa itu.

Di bulan Ramadan menjadi momentum itu meraup keutungan, yakni mendapat rahmat, maghfirah, berkah, kebaikan, pahala, dan imbalan masuk surga.

Mengenai golongan orang-orang merugi di bulan Ramadan dihelaskan dalam hadits Riwayat Imam Ahmad, bahwa ketika Rasulullah saw menaiki mimbar untuk khutbah Jumat, mulai dari tangga pertama hingga tangga ketiga, beliau mengucapkan “Amin” di setiap menaiki tangga.

Begitu selesai shalat, penasaran para sahabat, dan kemudian mereka bertanya, kepada Rasul Muhammad: Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga?  Pada tangga ketiga, Rasul juga mengucapkan Amin. Mengapa pada tangga ketiga aku mengucapkan amin kata Rasulullah, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, ungkap Rasulullah. Beliau menjawab: celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, tetapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya.

Berikut lima golongan yang merugi di bulan Ramadan, menurut Rasulullah:

 1. Cuek Datangnya Bulan Ramadan

Adalah orang yang cuek akan datangnya bulan Ramadan. Ia memandang bulan Ramadna sama dengan bulan lain, tidak ada perbedaan dengan bulan-bulan lain. Alhasil, ia membiarkan hari-harinya selama bulan Ramadan tidak meningkatkan amal ibadah.

2. Menunggu Waktu Berbuka

Orang yang menunggu waktu berbuka puasa, tetapi tidak mengambil kesempatan untuk berdoa, padahal waktu berbuka mustajabah doanya kepada Allah.

 3. Tidak Beramal

Orang yang bangun untuk bersahur puasa, tetapi tak beramal untuk mendirikan sholat sunnah, meski hanya dua rakaat. Padahal waktu sahur itu waktu mustajabah untuk berdoa. Allah dan para malaikat mendoakan orang yang sahur dan berdoa atau shalat sunnah di waktu sahur.

4. Pelit dan Bakhil

Orang yang dikaruniakan Allah banyak nikmat yang berlebihan, tetapi ia pelit dan bakhil untuk bersedekah, bebagi dengan sesama, dan untuk menjamu orang berbuka puasa. Padahal memberi bukaan untuk orang yang bebuka puasa pahalanya sama antara yang berpuasa dan yang memberi bukaan.

5. Perilaku Jauh dari Al-Qur’an

Orang yang mampu dan rajin membaca Al-Qur’an, hari-harinya disempatkan untuk membaca Al-Qur’an, ia memiliki masa lapang yang panjang untuk memahami Al-Qur’an. Tetapi ia membiarkan dirinya jauh dari sikap dan perilaku yang ada di isi Al-Qur’an. 

Semoga kita terjauhkan dari orang yang merugi, dan Allah menuntun, membimbing, dan menolong kita untuk memperoleh keuntungan dari amal ibadah kita, terutama di bulan Ramadan. (*)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *