KITAINDONESISATU.COM – Now You See Me: Now You Don’t meledak di pasar global, menyapu bersih pendapatan raksasa dan menggeser para kompetitor Hollywood dari tahta teratas. Film racikan Ruben Fleischer itu bukan cuma menang, tapi menghajar pasar domestik dan internasional sekaligus.
Menurut laporan Variety, Now You See Me: Now You Don’t langsung meroket ke posisi #1 box office dunia dengan pendapatan spektakuler Rp1,26 triliun ($75,5 juta).
Tak berhenti di situ, film produksi LionsGate ini juga menguasai puncak box office domestik serta mengantongi Rp906,66 miliar ($54,2 juta) dari 64 pasar internasional.
Yang bikin heboh, ini adalah film ketiga setelah jeda nyaris satu dekade. Negara penyumbang pendapatan terbesar pun tak main-main: Tiongkok: Rp321,09 miliar; Korea Selatan: Rp65,26 miliar; Prancis: Rp58,57 miliar; dan Inggris: Rp53,55 miliar.
Dengan modal produksi Rp1,51 triliun ($90 juta), film ini kini jadi salah satu rilis paling panas setelah tayang di Indonesia sejak 12 November 2025. Ceritanya sendiri menghadirkan reuni The Four Horsemen yang berkolaborasi dengan generasi pesulap baru untuk menelanjangi jaringan korupsi global bertabur berlian.
Sementara itu, Demon Slayer: Infinity Castle ikut bikin pasar Tiongkok bergemuruh dengan debut fenomenal Rp877,69 miliar ($52,4 juta). Film ini kini bertengger sebagai film terlaris ke-5 tahun 2025, dengan perolehan hampir Rp12,23 triliun ($730 juta) di seluruh dunia.
Namun nasib pahit menghantam film Paramount, The Running Man, adaptasi novel Stephen King yang justru tenggelam di box office. Dengan modal jumbo Rp1,84 triliun ($110 juta), film ini cuma mampu mengumpulkan Rp284,48 miliar domestik dan Rp187,02 miliar dari 58 negara.
Di sisi lain, film Warner Bros One Battle After Another memang sudah menembus Rp3,35 triliun ($200 juta) secara global, termasuk tambahan Rp23,43 miliar dari rilis internasional. Dibintangi trio bintang—Leonardo DiCaprio, Sean Penn, dan Chase Infiniti—serta digarap Paul Thomas Anderson, film ini dipuji habis-habisan oleh kritikus.
Namun dengan modal monster Rp2,34 triliun ($140 juta) plus biaya promosi yang membengkak, film ini berpotensi menjadi kerugian terbesar Warner Bros tahun 2025. (*)


