KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai suhu dingin yang terasa pada malam hingga pagi hari belakangan ini. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah “Bediding”.
“Fenomena ini merupakan kejadian alamiah yang biasa terjadi saat musim kemarau,” tulis BMKG melalui akun Instagram resmi mereka, @infoBMKG.
BMKG juga menyampaikan bahwa kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga September 2025, seiring berlanjutnya musim kemarau di banyak wilayah di Indonesia.
Dijelaskan secara meteorologis, suhu dingin ini disebabkan oleh langit cerah tanpa tutupan awan yang membuat panas dari permukaan bumi cepat hilang ke atmosfer. Kelembapan udara yang rendah turut memperkuat efek ini karena mengurangi “selimut alami” yang biasanya menahan panas.
“Musim kemarau juga dipengaruhi oleh angin monsun timur dari Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah Indonesia bagian selatan,” ungkap BMKG.
Sebagai bentuk antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh selama fenomena Bediding ini dengan konsumsi makanan atau minuman hangat dan menggunakan pelembap kulit.




