Event itu disebutnya 1LAWAN1 Fight Night. Pada Desember mendatang, Setiap pagelaran acara, masyarakat pun antusias menyaksikan pertarungan tinju.
“Warga ini bapak-bapak sama ibu-ibunya malah nungguin kapan acara lagi. Jadi hiburan rakyat gitu. Kalau nonton itu ibu-ibu paling depan bawa bangku lipat sama anak-anak. Dikira bakal anak muda yang nonton, tapi ibu-ibu. Pas udah malem baru anak-anak muda berpenampilan keren-keren pada nonton di depan,” jelas Musa.
Kendati memicu keramaian, warga sekitar pun kerap terhibur dengan acara pertarungan yang diawasi oleh profesional itu. Selain itu, petugas dari TNI dan Polisi juga menjadi pembina. Musa berharap, dengan komunitas CBH ini, dapat melahirkan atlet-altet berbakat serta mengurangi aksi tawuran yang kerap dilakukan oleh para pelajar atau pemuda-pemuda di Kabupaten Bekasi.
Ke depan berharap dari CBH melahirkan atlet-atlet. Nah pembina yang skrg ini, dari berbagai cabor ada yang dari kick boxing. Kita itu dari ketuanya langsung membina CBH. Dari bina prestasinya juga ada. Dari atlet tinju ada yang dari Pertina. Yang taekwondo juga ada. Jadi lumayan menyalurkan bakat anak-anak ini ke jalur yang sesuai. Itu yang ditekanin,” pungkasnya.
Saat ini, didalam komunitas CBH terdapat berbagai tenaga pengajar yang melatih para anggota CBH setiap minggu. Para tenaga pengajar itu ahli dalam seni bela diri Muaithai, Kick Boxing dan taekwondo. (Eka Jaya Saputra).


