KITAINDONESIASATU.COM – Beras shirataki kini menjadi alternatif sehat bagi penderita diabetes yang ingin tetap menikmati nasi tanpa khawatir lonjakan gula darah.
Terbuat dari tanaman Amorphophallus konjac yang masih satu keluarga dengan porang, beras ini mengandung glukomanan, yaitu serat larut yang bermanfaat bagi pencernaan, mencegah sembelit, serta memperlambat penyerapan gula dan kolesterol di dalam tubuh.
Karena rendah kalori dan kaya serat, beras shirataki dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menurunkan kolesterol.
Bagi penderita diabetes yang biasanya perlu membatasi konsumsi nasi putih karena tinggi gula dan indeks glikemiknya, beras ini bisa menjadi pilihan lebih aman.
Beberapa manfaat beras shirataki bagi penderita diabetes antara lain:
Menstabilkan gula darah
Beras shirataki memiliki kadar karbohidrat dan indeks glikemik yang rendah sehingga aman dikonsumsi tanpa memicu lonjakan gula darah.
Mengurangi nafsu makan
Kandungan serat glukomanan di dalamnya mampu membentuk gel dalam usus, membuat rasa kenyang lebih lama, serta menekan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar.
Membantu menurunkan berat badan
Karena seratnya tinggi, beras ini mendukung program diet penderita diabetes agar berat badan tetap ideal, sekaligus mengurangi risiko resistensi insulin.
Menurunkan kolesterol jahat
Konsumsi rutin dapat membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan Emenurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Selain itu, seratnya juga menyehatkan saluran cerna dan mencegah sembelit.
Cara Konsumsi yang Tepat
Kini tersedia beras shirataki dalam kemasan praktis. Cara penyajiannya cukup dengan menyeduh menggunakan air panas sesuai petunjuk pada kemasan.
Namun, karena tidak mengandung vitamin dan mineral, konsumsinya sebaiknya dilengkapi dengan lauk sehat seperti ikan, telur, tahu, tempe, dan sayuran.
Meski aman, beras shirataki bukan pengganti obat diabetes.
Jika dikonsumsi berlebihan, bisa menimbulkan efek samping seperti gula darah terlalu rendah, perut kembung, diare, hingga sembelit.
Karena itu, sebaiknya konsultasikan porsi yang tepat dengan dokter.-***




