Lifestyle

Benteng Belgica, Penjaga Rempah dan Sejarah di Tanah Banda

×

Benteng Belgica, Penjaga Rempah dan Sejarah di Tanah Banda

Sebarkan artikel ini
FotoJet 12 2
Benteng Belgica

KITAINDONESIASATU.COM – Benteng Belgica merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang berada di Bandaneira, Kabupaten Maluku Tengah.

Terletak di kota kecil yang dulunya menjadi pusat kekuasaan Portugis dan Kadipaten, Bandaneira memiliki nilai penting karena menjadi lokasi perdagangan rempah-rempah unggulan pada masa penjajahan.

Oleh karena itu, pembangunan benteng pertahanan menjadi kebutuhan strategis.
Selain sebagai markas militer, benteng ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata dan penjara.

Awalnya, benteng ini bernama Benteng Nassau. Namun, setelah kekuasaan berpindah dari Portugis ke tangan Belanda, namanya diubah menjadi Benteng Belgica.

Di bawah kekuasaan Belanda, benteng ini menjadi pusat pertahanan militer sekaligus pos pemantauan aktivitas pelayaran dan perdagangan yang melintasi perairan Banda.

Keistimewaan Benteng Belgica tidak hanya terletak pada nilai historisnya, tetapi juga pada arsitekturnya yang menawan.

Bangunan ini sudah berdiri selama lebih dari empat abad dan masih berdiri kokoh hingga kini.

Bentuknya yang menyerupai segi lima membuatnya dijuluki “Pentagon-nya Indonesia”, menyerupai markas militer Pentagon di Amerika Serikat.

Arsitektur benteng mengusung gaya khas Eropa, ditandai dengan keberadaan bastion—struktur lubang pada dinding benteng yang berfungsi sebagai tempat meriam.

Bahkan, beberapa meriam peninggalan zaman kolonial masih dapat dilihat di lokasi ini.

Di bagian tengah benteng terdapat ruang terbuka yang dahulu digunakan sebagai penjara. Benteng ini juga memiliki menara di tiap sudutnya, lengkap dengan tangga menuju puncak, tempat terbaik untuk menikmati panorama Kepulauan Banda.

Pengunjung dapat menjelajahi benteng tanpa biaya masuk, meski tersedia kotak donasi sukarela untuk membantu pemeliharaan.

Untuk mencapai lokasi, dari Ambon bisa menggunakan kapal Pelni menuju pelabuhan Yos Sudarso di Bandaneira, lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek, taksi, atau angkutan umum ke lokasi benteng.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *