KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Batudaka terletak di bagian selatan Kepulauan Togean dan merupakan pulau terbesar di kawasan tersebut.
Nama “Batudaka” memiliki arti batu besar. Pulau ini termasuk dalam wilayah administratif Kecamatan Unauna dan dikenal sebagai yang paling mudah dijangkau dibandingkan pulau lainnya di Kepulauan Togean.
Di pulau ini terdapat 19 desa, termasuk Desa Kulingkinari dan Desa Wakai, yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
Secara geografis, Pulau Batudaka memiliki kontur berbukit dengan perkebunan yang tersebar di berbagai titik.
Selain itu, kawasan hutan bakau yang terdapat di dalam pulau menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alamnya.
Perairan di sekitar pulau begitu jernih, memungkinkan wisatawan untuk melihat tumbuhan bawah laut serta terumbu karang yang indah.
Hamparan pasir putih di sepanjang pantai berpadu dengan deretan pohon kelapa, menciptakan suasana yang menenangkan bagi para pengunjung.
Salah satu tempat menarik di Pulau Batudaka adalah Desa Bomba. Di desa ini, wisatawan dapat mengenal lebih dalam tentang budaya masyarakat Togean, termasuk adat istiadatnya.
Selain itu, desa ini juga dihuni oleh suku Bajo, yang dikenal sebagai pelaut ulung di Indonesia.
Penduduk Pulau Batudaka sebagian besar berasal dari suku Bajo dan menggunakan bahasa Bajo serta Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Di sepanjang pesisir Pulau Batudaka, terdapat beberapa rumah panggung kecil yang difungsikan sebagai tempat penginapan wisatawan, menyerupai bungalow.
Kota pelabuhan utama di pulau ini adalah Wakai, yang terletak di bagian barat.
Tak jauh dari sana, terdapat Desa Bomba, lokasi beberapa resor wisata seperti Poya Lisa dan Island Retreat.
Poya Lisa sendiri sebenarnya berada di Pulau Poya, sebuah pulau kecil di lepas pantai barat Batudaka, namun dapat terlihat dengan jelas dari pulau utama.
Keberadaan resor-resor ini semakin memperkuat daya tarik Pulau Batudaka sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan laut, hutan, serta kehidupan budaya masyarakat setempat.- ***




