Minim Literatur
Mukhlas bin Harun, juru rawat kedua makam tersebut mengatakan, Ki Mas Jong dan Ki Agus Ju merupakan kakak beradik. Keduanya menjabat Panglima pada Kerajaan Hindu Banten Girang.
“Keduanya merupakan punggawa penting atau petinggi di Banten Girang yang pertama masuk Islam dan mendampingi Panembahan Maulan Hasanudin yang tengah melakukan penaklukan Kerajaan Banten Girang,” katanya.
Mengenai makam kedua tokoh tersebut yang juga ada di Situs Banten Girang, Mukhlas mengatakan, di Banten Girang itu pusat roda pemerintahan dan perdagangan Kerajaan Hindu.
“Menurut para leluhur atau karuhun, pertemuan-pertemuan dengan Panembahan Hasanudin ya dilakuka di sini dan gua di pinggir Sungai Cibanten yang biasa digunakan untuk bertafakur dan terekat,” kata Mukhlas.
Jejak kedua tokoh yang melegenda dan sepak terjangnya memang sulit dilacak, karena sedikitnya literatur yang menyebutkan nama keduanya.
Akan tetapi, nama Ki Mas Jong ditemukan pada buku terjemahan Banten, Sejarah dan Peradaban Abad X – XVII karya Claude Guillot, arkeolog Perancis pada halaman 29.
Nama yang ditulis adalah Ki Jongjo, bukan Ki Mas Jong. Bahkan dalam buku Claude Guillot tidak ditemukan nama Ki Agus Ju yang diklaim sebagai adik dari Ki Mas Jong. (Yoyok Adjar BS/dari berbagai sumber)


