KITAINDONESIASATU.COM – Saat mengunjungi Barito Utara, wisatawan tidak hanya disuguhi keindahan alam yang memukau, seperti Air Terjun Jantur Doyan, kawasan konservasi Hutan Lindung Pararawen, Danau Butong yang unik, hingga Danau dan Air Terjun Inih.
Selain itu, Bendungan Irigasi Trinsing juga menjadi destinasi yang menarik untuk dijelajahi.
Namun, Barito Utara bukan hanya kaya akan pesona alam, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang kuat dan patut diapresiasi.
Daerah ini dikenal sebagai lokasi penting dalam sejarah perjuangan melawan penjajah.
Salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi daya tarik wisata adalah bangkai kapal perang Onrust milik Belanda yang kini berada di Desa Lanjas.
Kapal tersebut ditenggelamkan oleh pejuang lokal, Tumenggung Soerapatti bersama pasukannya, menjelang masa kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan masyarakat Barito Utara terhadap penjajahan Belanda dan kini menjadi situs wisata sejarah yang sering dikunjungi.
Situs bangkai kapal Onrust menjadi pengingat akan semangat juang dan pengorbanan para pahlawan lokal dalam merebut kemerdekaan.
Selain itu, Barito Utara juga memiliki berbagai makam keramat para tokoh perjuangan yang dianggap sakral dan sering dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Salah satu makam yang terkenal adalah Makam Sultan Muhammad Seman, putra dari Pangeran Antasari, yang juga dikenal sebagai tokoh penting dalam perjuangan melawan kolonialisme.
Dengan kekayaan sejarah yang dimiliki, Barito Utara tidak hanya menarik bagi pecinta alam, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin menyelami jejak perjuangan masa lalu yang sarat nilai patriotisme dan kearifan lokal.-***




