KITAINDONESIASATU.COM – Jajanan anak sekolah umumnya dijual dengan harga terjangkau dan memiliki tampilan warna yang menarik, sehingga banyak anak tergoda untuk membelinya.
Namun, tidak semua jajanan tersebut aman dikonsumsi, karena beberapa pedagang mungkin menggunakan bahan berbahaya dan mengabaikan aspek kebersihan. Orang tua perlu waspada terhadap jajanan yang dibeli oleh anak-anak mereka.
Beberapa pedagang mungkin menambahkan pewarna buatan atau pengawet yang tidak aman dikonsumsi, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Konsumsi jajanan yang mengandung bahan berbahaya secara terus-menerus bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Aniaya Anak di Bulukumba Sulsel
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau makanan yang dikonsumsi anak-anak agar tidak berdampak buruk pada kesehatannya.
Beberapa bahan berbahaya yang sering ditemukan dalam jajanan anak sekolah antara lain:
Boraks: Digunakan sebagai pengawet dan pengenyal, boraks sebenarnya biasa dipakai dalam produk non-makanan seperti detergen. Konsumsi boraks dapat merusak sistem saraf dan ginjal, serta menyebabkan muntah, diare, bahkan syok.
Formalin: Biasa digunakan sebagai pengawet untuk mie basah atau daging, formalin bisa menyebabkan kerusakan sistem pencernaan, gangguan ginjal, kanker, dan masalah reproduksi, terutama bagi wanita dan ibu hamil.
Rhodamin B: Zat pewarna kimia ini kadang disalahgunakan untuk memberi warna pada jajanan seperti agar-agar atau minuman perasa. Jika dikonsumsi terus-menerus, rhodamin B bisa merusak hati dan meningkatkan risiko kanker hati.
Kuning metanil: Pewarna kimia yang digunakan untuk tekstil ini bisa merusak otak, ginjal, dan meningkatkan risiko kanker bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
Untuk memastikan anak-anak mengonsumsi jajanan yang sehat, orang tua bisa menyediakan camilan yang rendah gula, garam, dan lemak, serta kaya protein.
Jika tidak sempat menyiapkan bekal, ingatkan anak untuk menghindari makanan yang terlalu berwarna cerah, manis, atau gurih.- ***




