KITAINDONESIASATU.COM – Rabies adalah penyakit infeksi akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan berdarah panas, disebabkan oleh virus Lyssavirus.
Penularan terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama melalui gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka terbuka.
Anjing adalah sumber penularan utama, namun kucing, kera, dan kelelawar juga dapat menularkan virus ini.
Virus rabies biasanya masuk ke tubuh lewat gigitan hewan terinfeksi.
Masa inkubasi bervariasi antara satu minggu hingga satu tahun, tergantung letak dan tingkat keparahan luka.
Gejala awal meliputi demam, nyeri, kesemutan di area gigitan, sakit kepala, tubuh lemas, sakit tenggorokan, nafsu makan menurun, dan sulit tidur.
Gejala lanjutan bisa berupa fobia terhadap air (hidrofobia), udara (aerofobia), atau cahaya (fotofobia), serta gangguan saraf berat seperti kejang, kelumpuhan, hingga kematian.
Setelah gejala muncul, rabies hampir selalu berujung fatal dan hanya bisa ditangani dengan perawatan paliatif.
Deteksi dini rabies sulit karena belum ada alat diagnosis yang disetujui WHO sebelum gejala muncul.
Penilaian biasanya berdasarkan riwayat kontak dengan hewan dan gejala khas.
Setelah kematian, rabies dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium terhadap jaringan seperti otak atau air liur. Hewan penggigit juga sebaiknya diuji untuk memastikan status infeksi.-***




