Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa hubungan ini tidak sepenuhnya bersifat sebab-akibat.
Artinya, media sosial bukan satu-satunya faktor yang memicu gangguan mental.
Namun, pola penggunaan berlebihan tetap menjadi perhatian serius, terutama karena perubahan besar dalam platform digital saat ini.
Peneliti juga mendorong pentingnya edukasi tentang penggunaan media sosial yang sehat, termasuk menjaga waktu layar dan kualitas tidur anak.***

