Lifestyle

Bacaan Doa Dijauhkan dari Maksiat, Amalkan Agar Hidup Selamat!

×

Bacaan Doa Dijauhkan dari Maksiat, Amalkan Agar Hidup Selamat!

Sebarkan artikel ini
tahjud
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Sebagai manusia tidak luput yang Namanya dari kesalahan dan dosa. Maka, sebagai manusia kita harus maksimal untuk menjauhi perbuatan dosa, salah satunya memohon pentunjuk agar dijauhkan dari berbuat maksiat dengan membaca doa.

Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintha Allah SWT atau dengan kata lain merupakan perbuatan yang menimbulkan dosa.

Maka, dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT, diri kita senantiasa dijaga oleh Allah SWT dari perbuatan-perbuatan yang mengarah dosa.

Sebagai ikhtiar, berikut doa yang dibada agar menjauhi maksiat:

 اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ التَوْبَةَ وَدَوَامَهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ المَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا وَذَكِّرْنَا بِالخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْهُ عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمِنْ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا 

Teks latin: Allāhumma innā nas’alukat taubata wa dawāmahā, wa na‘ūdzu bika minal ma‘shiyati wa asbābihā, wa dzakkirnā bil khaufi mina qabla hujūmi khatharātihā, wahmilhu alān najāti minhā wa minat tafakkuri fī tharā’iqihā, wamhu min qulūinā halāwata majtabaināhu minhā, wastabdilhā bil karāhati lahā wat thama‘I li mā huwa bi dhiddihā.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami meminta pertobatan dan kelanggengannya. Kepada-Mu, kami berlindung dari maksiat dan sebab-sebabnya. Ingatkan kami agar takut kepada-Mu sebelum datang bahaya maksiat. Bawakan ketakutan itu untuk menyelamatkan kami dari maksiat dan dari pikiran di jalanan maksiat. Hapuskan kelezatan maksiat yang kami pilih dari hati kami. Gantikan kenikmatan itu dengan rasa tidak tidak suka dan keinginan terhadap lawanan maksiat  (Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar

Alangkah baiknya sebelum berdoa melakukan sholat tobat dengan istikamah dengan harapan agar Allah mengenyahkan kenikmatan maksiat dalam hati. Wallahu A’lam Bishawab. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *