Lifestyle

Apa itu Lipstick Effect?

×

Apa itu Lipstick Effect?

Sebarkan artikel ini
Apa itu Lipstick Effect?
Apa itu Lipstick Effect?

KITAINDONESIASATU.COM – Fenomena “Lipstick Effect” kembali menarik perhatian, terutama di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan. Istilah ini merujuk pada kecenderungan masyarakat yang tetap membeli barang-barang mewah terjangkau meskipun kondisi keuangan sedang tidak stabil.

Tren Sosial di Balik Fenomena Lipstick Effect

Tren ini muncul di media sosial, di mana orang rela mengalokasikan penghasilannya untuk barang non-kebutuhan utama. 

Anehnya, barang seperti tiket konser artis internasional, ponsel, hingga produk dari merek terkenal justru laku keras meski keadaan ekonomi sedang sulit. 

BACA JUGA : Putri Tanjung, Gen Z Pembicara di NIKKEI FORUM

Ketika menghadapi keterbatasan keuangan, masyarakat memilih membeli barang mewah berharga lebih rendah, seperti ponsel atau sepatu mahal, alih-alih barang dengan harga tinggi seperti mobil. 

Baca Juga  Nonton Drama Korea When the Stars Gossip Episode 7 Sub Indo

Langkah ini menjadi cara untuk tetap merasakan kepuasan dari memiliki barang mewah, yang dipercaya bisa memberi kebahagiaan.

Adaptasi Masyarakat dalam Menghadapi Tekanan Ekonomi

Fenomena “Lipstick Effect” yang terjadi di Indonesia belakangan ini menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi di tengah tekanan ekonomi dengan mengubah pola konsumsi mereka. 

Mereka cenderung berpindah dari produk mewah mahal ke produk yang lebih terjangkau namun tetap memuaskan. 

Fenomena ini lebih dari sekadar membeli barang ‘mewah terjangkau’, melainkan mencerminkan upaya mencari harapan di masa yang penuh kesulitan.

Deflasi dan Dampaknya pada Daya Beli Masyarakat

Pada September 2024, Indonesia mencatat deflasi bulanan sebesar 0,12 persen, yang kelima kalinya berturut-turut di tahun tersebut, mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat menurun. 

Baca Juga  Israel Hadapi Krisis Ganda, Kerugian Militer dan Ekonomi Akibat Perang yang Berlarut

Dalam konteks ini, “Lipstick Effect” menjadi bentuk “ilusi ekonomi”, di mana masyarakat mencari hiburan sesaat saat kondisi ekonomi sebenarnya tidak stabil.

Risiko Jangka Panjang dari Lipstick Effect

Namun, di balik fenomena ini terdapat risiko bagi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. 

Pertama, adanya ilusi stabilitas daya beli bisa menimbulkan masalah. IDEAS memperingatkan bahwa meskipun tampaknya pola belanja masyarakat baik-baik saja, daya beli riil mereka sebenarnya terus melemah, yang mengakibatkan penurunan standar hidup secara bertahap. 

Kedua, fenomena ini memicu konsumsi barang-barang non-produktif yang tidak menambah aset atau kesejahteraan jangka panjang, yang akhirnya bisa memperburuk kondisi finansial keluarga.

Baca Juga  Ikhtiar Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Wakil Wali Kota Bogor Bagikan Ayam Petelur

Kekhawatiran Pakar Ekonomi terhadap Generasi Muda

Asiroch Yulia Agustina, pengamat ekonomi dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena ini, khususnya di kalangan anak muda. 

Menurutnya, banyak anak muda yang berhutang untuk gaya hidup karena kurangnya literasi keuangan. 

Dia menambahkan bahwa generasi muda sering terjebak dalam gaya hidup “Fear Of Missing Out” (FOMO) dan “You Only Live Once” (YOLO), yang membuat mereka cenderung mengikuti tren tanpa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *