Lifestyle

Ada 3 Golongan yang Doanya Tidak Ditolak, Berikut Penjelasannya

×

Ada 3 Golongan yang Doanya Tidak Ditolak, Berikut Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
doa 1
Ilustrasi doa. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Doa adalah salah satu ibadah berisi permohonan, pengharapan, dan ampunan hanya kepada Allah SWT. Ada beberapa golongan yang doanya tidak ditolak oleh Allah SWT.

Dalam sebuah hadits yang diriwiayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثةٌ لا تُرَدُّ دَعوَتُهُمُ؛ الإمامُ العادِلُ، والصّائمُ حَتَّى يُفطِرَ، ودَعوَةُ المَظلومِ تُحمَلُ على الغَمامِ وتُفتَحُ لَها أبوابُ السَّماءِ، ويَقولُ الرَّبُّ: وعِزَّتِى لأنصُرَنَّكِ ولَو بَعدَ حينٍ

Artinya, “Tiga golongan yang tidak ditolak doanya: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi yang diangkat oleh Allah di atas awan, dibukakan baginya pintu-pintu langit, lalu Allah berfirman: ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu meski setelah beberapa waktu’.” (HR Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan At-Tirmidzi)

Baca Juga  Makna dan Sejarah Hari Guru Nasional yang Diperingati Setiap 25 November

Mula Al-Qari menjelaskan, bahwa cepatnya pengabulan doa disebabkan oleh kebaikan orang yang berdoa, atau karena kerendahan hati dan kesungguhannya dalam berdoa kepada Allah Ta’ala.

Pemimpin yang adil disebut pertama kali dalam hadits ini. Artinya, sifat adil dalam diri seorang pemimpin menunjukkan kemuliaan, tidak hanya di sisi manusia, namun di sisi Allah SWT.

Al-Munawi menjelaskan, bahwa pemimpin yang adil merupakan manusia yang paling baik setelah Nabi, karena dengan kepemimpinannya yang adil, ia dapat menuntaskan kemaslahatan banyak orang.

Golongan kedua yang disebutkan dalam hadits adalah orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Puasa adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi:

Baca Juga  Skincare Mendekati Expired Apakah Aman Digunakan?

فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya, “Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam keadaan berpuasa, seorang hamba menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, baik secara fisik maupun spiritual. Saat menjelang berbuka, seorang yang berpuasa berada dalam kondisi yang sangat khusyuk.

Setelah seharian menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, ia mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang tulus dan penuh harap. Doa yang dipanjatkan pada saat ini memiliki keistimewaan karena diiringi dengan kesabaran dan keikhlasan. Imam Al-Qari menjelaskan bahwa orang yang berpuasa berada dalam keadaan yang sangat dekat dengan Allah.

Golongan ketiga adalah orang yang terzalimi. Doa mereka memiliki keistimewaan karena mereka berada dalam keadaan yang sangat membutuhkan pertolongan.

Baca Juga  10 Tradisi Unik Gorontalo yang Masih Dilestarikan hingga Kini

Sebagaimana Allah sebut dalam surat An-Naml ayat 62:

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ ۝٦٢

Artinya, “Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.”

Keistimewaan doa orang yang terzalimi terletak pada keadaan hatinya yang hancur dan penuh harap kepada Allah. Dalam kondisi seperti ini, mereka menyerahkan seluruh urusan kepada Allah, satu-satunya tempat bergantung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *