KITAINDONESIASATU.COM – Ablasi jantung adalah prosedur medis yang digunakan untuk memperbaiki ritme jantung yang tidak normal akibat aritmia. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung untuk mengatasi kondisi di mana detak jantung terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur.
Jantung yang berfungsi normal akan berdetak secara teratur, memungkinkan tekanan darah dan sirkulasi darah bekerja dengan baik. Namun, pada pasien dengan aritmia, ritme jantung terganggu, akan berdampak pada aliran darah di seluruh tubuh. Jika tidak ditangani, aritmia dapat berpotensi mengancam nyawa.
Terdapat beberapa metode untuk mengobati aritmia, termasuk penggunaan obat-obatan, pemasangan pacemaker, operasi, dan ablasi jantung —sebuah prosedur minimal invasif.
Jenis Aritmia yang Diobati dengan Ablasi Jantung
BACA JUGA: Penyakit Jantung Penghisap Terbesar Dana JKN
Ablasi jantung biasanya dipilih ketika metode lain gagal mengatasi aritmia. Beberapa jenis aritmia yang dapat diobati dengan ablasi jantung meliputi:
Atrial fibrilasi (AF):
Kondisi dengan detak jantung cepat dan tidak teratur, sering kali tanpa gejala, tetapi dapat menyebabkan kelemahan, pusing, dan sesak napas.
Atrial flutter:
Mirip dengan atrial fibrilasi, namun dengan ritme jantung yang lebih teratur. Ini dapat berkembang menjadi fibrilasi atrium.
Supraventrikular takikardi (SVT):
Denyut jantung sangat cepat akibat impuls listrik berlebihan di sekitar serambi jantung, yang memicu gejala seperti pusing dan keringat dingin.
Ventrikel takikardia (VT):
Kondisi di mana ventrikel jantung berdetak terlalu cepat. Jika tidak diobati, VT dapat menyebabkan henti jantung mendadak.
Tahapan Prosedur Ablasi Jantung
Persiapan:
Dokter akan memberikan petunjuk mengenai pantangan aktivitas dan makanan sebelum operasi. Pasien biasanya harus rawat inap dan dianjurkan ditemani keluarga.
Prosedur:
Ablasi dilakukan oleh dokter jantung dengan anestesi lokal. Kateter dimasukkan melalui sayatan kecil di paha untuk mencapai jantung. Elektroda pada kateter akan menghancurkan jaringan penyebab aritmia.
Setelah Prosedur:
Pasien akan dipantau di ruang perawatan dan disarankan untuk beristirahat. Pasien bisa pulang keesokan harinya dengan instruksi untuk menghindari aktivitas berat.
Perawatan di Rumah:
Pasien bisa kembali beraktivitas normal beberapa hari setelah ablasi, namun disarankan untuk menghindari aktivitas berat. Jika terjadi komplikasi seperti perdarahan atau sesak napas, pasien harus segera menemui dokter.
Risiko Komplikasi dan Keberhasilan
Prosedur ablasi umumnya aman dengan risiko komplikasi yang rendah, seperti perdarahan atau infeksi, yang jarang terjadi.
Sebelum menjalani prosedur ini, konsultasikan secara mendetail dengan dokter untuk memahami manfaat dan risiko yang mungkin timbul.- ***


