Lifestyle

7 Tradisi Lampung yang Masih Dilestarikan

×

7 Tradisi Lampung yang Masih Dilestarikan

Sebarkan artikel ini
Tradisi Lampung

KITAINDONESIASATU.COM – Lampung tidak hanya dikenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang sangat menarik untuk ditelusuri. Salah satu kekayaan tersebut adalah tradisi adat yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Tradisi-tradisi ini tidak hanya menjadi simbol identitas masyarakat Lampung, tetapi juga sarat nilai moral, sosial, dan spiritual.

Bagi kamu yang tertarik dengan budaya Indonesia atau ingin mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Lampung, berikut ini adalah 7 tradisi khas Lampung yang patut kamu ketahui. Simak sampai akhir.

Berikut 7 Tradisi Lampung

1. Paksi Pak Sekala Brak: Sistem Kerajaan Adat Lampung

Paksi Pak Sekala Brak adalah sistem pemerintahan adat yang menjadi cikal bakal terbentuknya masyarakat Lampung Pepadun. Kata “Paksi Pak” merujuk pada empat keratuan besar yang memiliki peran sebagai pemimpin adat, yaitu:

Paksi Nyerupa

Paksi Bejalan Diway

Paksi Pernong

Paksi Buay Nunyai

Keempat paksi ini memiliki wilayah kekuasaan masing-masing dan mengatur kehidupan masyarakat adat secara turun-temurun. Hingga kini, struktur kepemimpinan ini masih dipertahankan dalam berbagai prosesi adat. Mereka bertugas mengatur urusan adat, hukum adat, hingga menyelenggarakan upacara besar.

Tradisi ini menandakan betapa Lampung sangat menghormati nilai-nilai leluhur dan sistem kekeluargaan yang kuat.

2. Cakak Pepadun: Naik Tingkat Menjadi Tokoh Adat

Cakak Pepadun merupakan upacara adat yang dilakukan untuk menaikkan status sosial seseorang dalam komunitas Pepadun, terutama laki-laki yang akan diberikan gelar adat. Gelar tersebut menandakan bahwa orang tersebut kini memiliki peran dan tanggung jawab dalam pelestarian adat.

Upacara Cakak Pepadun bukan hal yang sederhana. Prosesi ini diselenggarakan besar-besaran dengan iringan alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, dan biasanya berlangsung selama beberapa hari. Biaya pelaksanaannya juga cukup tinggi karena melibatkan penyediaan makanan, pakaian adat, dan tamu undangan dari berbagai daerah.

Namun, bagi masyarakat Lampung, ini adalah bentuk pengabdian terhadap adat dan identitas keluarga.

3. Begawi: Upacara Besar Penuh Makna

Begawi adalah istilah dalam bahasa Lampung yang merujuk pada upacara adat berskala besar. Begawi bisa berupa acara pernikahan, pemberian gelar adat, atau ritual keluarga besar lainnya. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Lampung Pepadun maupun Saibatin.

Dalam Begawi, semua unsur budaya Lampung ditampilkan. Mulai dari tarian tradisional, pakaian adat lengkap, musik tradisional, hingga sajian kuliner khas Lampung. Tidak jarang, tamu yang hadir berasal dari luar daerah bahkan luar negeri.

Tradisi Begawi menjadi ajang silaturahmi, pengenalan budaya, sekaligus bentuk syukur dan penghormatan kepada leluhur.

4. Nyambai: Ajang Perkenalan Muda-Mudi

Nyambai adalah tradisi perkenalan antara pemuda dan pemudi dalam komunitas adat, yang biasanya dilakukan menjelang pernikahan. Tradisi ini khas dari masyarakat Lampung Saibatin dan berlangsung dalam suasana meriah.

Dalam acara Nyambai, para gadis akan menari dengan anggun, mengenakan pakaian adat, diiringi alunan musik Lampung. Para pemuda pun turut serta dalam tarian dan saling mengenal dengan penuh tata krama.

Menariknya, tradisi ini tidak hanya mempertemukan dua insan, tapi juga menjadi proses awal keterlibatan keluarga dan tokoh adat dalam perjodohan mereka. Semua dilakukan dalam bingkai adat dan etika tinggi.

5. Ngakuk Muli: Lamaran Adat Penuh Filosofi

Berbeda dengan lamaran pada umumnya, masyarakat Lampung memiliki tradisi khusus bernama Ngakuk Muli. Tradisi ini adalah prosesi resmi yang dilakukan oleh keluarga laki-laki saat melamar seorang perempuan.

Dalam Ngakuk Muli, rombongan keluarga laki-laki datang membawa seserahan dan menyampaikan niat baiknya secara resmi kepada keluarga perempuan. Proses ini dilakukan dengan melibatkan tokoh adat yang memahami susunan bahasa adat dan etika yang berlaku.

Tidak hanya soal pernikahan, Ngakuk Muli juga menjadi bagian dari penguatan hubungan antar keluarga dan penghormatan kepada adat.

6. Sekura Cakak Buah: Tradisi Topeng Khas Krui

Tradisi unik ini berasal dari Krui, Lampung Barat, dan biasanya diselenggarakan saat perayaan Idul Fitri. Sekura adalah topeng, dan dalam tradisi ini, para pria akan mengenakan topeng lucu, menyeramkan, atau bahkan aneh sebagai bentuk ekspresi diri.

Mereka kemudian berkeliling kampung, menari, dan bercanda dengan warga sekitar. Sekura Cakak Buah menjadi simbol kegembiraan, kebebasan, dan solidaritas antarwarga. Meski terlihat jenaka, tradisi ini punya makna mendalam: menyatukan masyarakat setelah sebulan berpuasa.

Tradisi ini telah menjadi daya tarik wisata budaya dan sering diabadikan oleh fotografer lokal maupun mancanegara.

7. Tari Sigeh Pengunten: Tarian Penyambutan Kehormatan

Tari Sigeh Pengunten adalah tarian adat yang digunakan untuk menyambut tamu penting atau dalam acara resmi, seperti begawi atau pernikahan adat. Tarian ini dibawakan oleh para penari wanita yang membawa sesaji sirih lengkap (sekhapur sirih), sebagai simbol penghormatan dan niat baik.

Gerakan tarinya halus, elegan, dan penuh makna. Musik pengiringnya pun khas dengan irama lembut dan penuh nuansa budaya Lampung.

Tari ini sering menjadi ikon budaya Lampung dalam berbagai festival budaya nasional dan internasional. Selain estetika, Tari Sigeh Pengunten menyampaikan nilai keramahan, penghormatan, dan kebersamaan.

Menjaga Tradisi Lampung dan Menjaga Jati Diri

Ketujuh tradisi Lampung di atas bukan hanya seremoni, tapi cerminan nilai-nilai luhur yang dijaga turun-temurun. Dari struktur pemerintahan adat Paksi Pak Sekala Brak hingga kemeriahan Sekura di Krui, semuanya menunjukkan betapa budaya Lampung masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat modern.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang kaya budaya, penting bagi kita untuk mengenal, menghargai, dan ikut melestarikan tradisi ini. Jika kamu punya kesempatan mengunjungi Lampung, sempatkan untuk menyaksikan salah satu dari tradisi ini secara langsung. Dijamin, pengalaman budaya yang kamu dapatkan akan sangat berkesan dan membuka wawasan lebih luas tentang kekayaan budaya Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *