2. Tidak Membiasakan Rutinitas Harian
Anak-anak ternyata sangat menyukai rutinitas. Rutinitas memberi rasa aman dan membantu otak mereka mengatur pola pikir, belajar memahami sebab-akibat, serta mengenal waktu.
Solusi: Ciptakan rutinitas sederhana, seperti waktu makan, tidur, dan bermain. Ini akan membantu anak menjadi lebih teratur dan berpikir lebih sistematis.
3. Tinggal di Lingkungan yang Tidak Stabil
Suasana rumah yang penuh pertengkaran dan suara keras bisa merusak kestabilan emosional anak. Anak yang tumbuh dalam kondisi seperti ini lebih rentan mengalami gangguan tidur, keterlambatan bicara, hingga prestasi akademik yang buruk.
Solusi: Usahakan menciptakan rumah yang tenang dan nyaman. Jika ada masalah rumah tangga, usahakan tidak melibatkan anak atau memperlihatkannya secara langsung.
4. Membiarkan Anak Menangis Terlalu Lama
Ada mitos yang mengatakan membiarkan bayi menangis akan membuatnya “tangguh”. Padahal, ini bisa merusak rasa aman dan menimbulkan stres emosional.
Solusi: Segera dekati anak saat ia menangis. Cari tahu penyebabnya, peluk, dan beri kenyamanan. Kontak fisik dan kasih sayang memperkuat koneksi otak anak.


