Makanan seperti gorengan, daging merah berlemak, makanan cepat saji, dan minuman manis berkontribusi pada penumpukan lemak di hati.
Studi tahun 2018 menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minuman manis memiliki risiko 40% lebih tinggi terkena penyakit hati berlemak.
3. Penggunaan Obat Penghilang Rasa Sakit Secara Berlebihan
Obat seperti parasetamol (acetaminophen) memang efektif untuk sakit kepala dan demam, namun jika digunakan dalam dosis tinggi secara terus-menerus, bisa menjadi racun bagi hati.
Penggunaan tidak sesuai aturan dapat menyebabkan kerusakan hati akut yang serius bahkan berujung gagal hati.
4. Kurang Olahraga
Gaya hidup sedentari atau kurang gerak berkontribusi terhadap penambahan berat badan, resistensi insulin dan penumpukan lemak di hati.
Kabar baiknya, olahraga teratur, seperti berjalan cepat 30 menit lima kali seminggu, bisa mengurangi lemak hati hingga 13% dan meningkatkan kesehatan metabolik.
5. Merokok
Banyak orang mengira rokok hanya berbahaya untuk paru-paru dan jantung. Faktanya, asap rokok membebani hati dengan ribuan bahan kimia beracun yang harus disaring.





