Ramalan Ketiga: Penyakit yang Menyerang Pikiran
Ramalan ini lama dianggap metafora kegilaan massal. Namun kini, tafsirnya mengarah pada krisis mental akibat teknologi digital.
Perkembangan kecerdasan buatan dan deepfake diperkirakan mencapai tahap di mana manusia sulit membedakan realitas dan manipulasi. Ketika kebenaran tak lagi bisa diverifikasi, dampak psikologisnya sangat besar.
Fenomena ini disebut para ahli sebagai krisis epistemik, kondisi ketika kepercayaan terhadap realitas bersama runtuh.
Mengapa Nostradamus Terlihat “Akurat”?
Banyak ahli berpendapat Nostradamus bukan peramal supranatural, melainkan pengamat pola yang tajam. Ia membaca siklus sejarah, iklim, dan perilaku manusia, lalu mengekstrapolasinya ke masa depan.
Sains modern melakukan hal yang sama—bedanya dengan teknologi.
