KITAINDONESIASATU.COM – Ibadah haji merupakan rukun iman yang ke-5. Diwajbkan bagi yang mampu, namun belum tentu orang yang mampu dikendaki Allah SWT untuk berangkat haji. Sebab, banyak di antara hamba Allah SWT yang tak punya harta namun karena itikad yang kuat dalam hati, dapat berangkat menunaikan ibadah haji dan umrah.
Jadi, kemampuan ibadah haji bukan sekadar banyak harta, akan tetapi itikad kuat dalam hati. Banyak di antaranya orang yang berpenghasilan rendah bsa menunaikan ibadah haji, itu karena itikad yang kuat dengan menabung bertahun-tahun hingga akhirnya punya kesempatan untuk berhaji.
Selain itu, ada cara yang dapat ditempuh agar memperoleh pahala haji, yatu ada tiga amalan yang setara dengan pahala ibadah haji bagi mereka yang belum mempunyai ksempatan.
Tiga amalan tesebut adalah:
- Konsisten sholat jamaah lima waktu di masjid dan sholat Dhuha.
Sholat berjamaah lebih utama dibanding sholat sendirian. Selain mendapatkan pahala dua puluh tujuh kali lipat, sholat berjamaah di masjid juga dilimpahkan pahala ibadah haji bila dilakukan terus-menerus. Sementara orang yang mengerjakan sholat dhuha di masjid dihadiahi pahala ibadah umrah.
Penjelasan ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Umamah bahwa Rasulullah berkata.
من خرج من بيته متطهرا إلى صلاة مكتوبة فأجره كأجر الحاج المحرم، ومن خرج إلى تسبيح الضحى لا ينصبه إلا إياه فأجره كأجر المعتمر
Artinya, “Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan sholat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan shalat dhuha dan tidak ada tujuan lain selain itu, maka akan diberikan pahala umrah,” (HR Abu Daud).
2. Zikir setelah sholat Subuh berjamaah sampai terbit matahari, lalu sholat dua rakaat.
Selain sholat lima waktu, orang yang berzikir setelah sholat Subuh juga diberikan pahala ibadah haji dan umrah. Syaratnya, dia harus tetap berzikir di masjid sampai terbit matahari, kemudian mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.
Hal ini berdasarkan riwayat dari Anas bahwa Rasulullah berkata.
من صلى الغداة في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة
Artinya, “Siapa yang mengerjakan sholat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil zikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan sholat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah,” (HR At-Tirmidzi).
3. Pergi ke masjid untuk menuntut ilmu atau mencari kebaikan.
Tidak hanya ibadah sholat yang mendapatkan pahala haji dan umrah, menuntut ilmu dan mengajar di masjid pun diberikan pahala ibadah haji.
Sebagaimana penjelasan dari riwayat Abu Umamah bahwa Rasul berkata.
من غدا إلى المسجد لايريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه، كان له كأجر حاج تاما حجته
Artinya, “Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna hajinya,” (HR At-Thabarani).
Catatan, meskipun ketiga amalan di atas diberikan pahala ibadah haji dan umrah, bukan berarti orang yang mengerjakan amalan tersebut tidak diwajibkan haji dan umrah. Pahala ketiga amalan di atas diserupakan dengan pahala ibadah haji dan umrah bertujuan untuk memotivasi (targhib) umat Islam untuk melakukannya. Wallahu ‘Alam Bisshawab. (*)




