Ketika rupiah melemah, biaya pengadaan kebutuhan impor tersebut berpotensi meningkat. Perusahaan yang memiliki utang dalam dolar AS juga dapat menghadapi kenaikan beban keuangan maupun kerugian selisih kurs jika tidak melakukan lindung nilai.
Selain AALI, investor dapat mencermati saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), serta PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
Namun, tingkat keuntungan setiap emiten bergantung pada porsi ekspor, struktur biaya, dan kewajiban valuta asing. Karena itu, pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor pertimbangan investasi, bukan jaminan kenaikan laba maupun harga saham.(*)

