KITAINDONESIASATU.COM – Kurs rupiah menguat terhadap dolar AS pada sesi penutupan perdagangan pada sore hari ini Senin 14 Oktober 2024.
Dari sumber yang dihimpun, rupiah naik 12 poin atau 0,08 persen menjadi Rp15.566 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.578 per dolar AS.
Menurut kalangan praktisi, menguatnya kurs rupiah terhadap dolar AS itu turut dipengaruhi faktor eksternal dari luar negeri yakni di tengah perkiraan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed akan lebih konservatif memangkas suku bunga kebijakan, Fed Funds Rate (FFR).
“The Fed akan memilih stance kebijakan penurunan suku bunga yang lebih konservatif, setelah memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 bps pada meeting September 2024,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta.
Sebelumnya kurs rupiah pada perdagangan Senin berpeluang naik ke level Rp15.500 per dolar AS didukung oleh proyeksi perekonomian Republik Indonesia (RI) yang solid.
“Dari segi internal sendiri kita melihat bahwa baik Bank Dunia atau IMF maupun Bank Indonesia meramal bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024-2025 kemungkinan besar di atas 5 persen,” kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.
Ia menjelaskan proyeksi tersebut berdasarkan atas kondisi ekonomi Indonesia di Asia Tenggara yang relatif stabil dengan data pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang cukup bagus.



