“Realitas di lapangan menunjukkan bahwa bagi sebagian masyarakat, makanan menjadi barang mewah karena pendapatan yang tidak merata dan distribusi pangan yang tidak efisien. Maka, Pemkab Bogor berkomitmen untuk rutin melaksanakan GPM guna menjawab permasalahan ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengungkapkan bahwa GPM kali ini merupakan yang ke-38 kalinya diselenggarakan.
“Ke depannya, kami akan menyasar wilayah dengan tingkat inflasi yang lebih tinggi. Untuk hari ini, kami menyediakan berbagai komoditas penting, seperti beras medium dan SPHP sebanyak 3 ton, minyak goreng 1.000 liter, gula pasir 700 kg, telur ayam ras 600 kg, hingga daging sapi dan ayam. Ada juga cabai merah dan cabai rawit yang disubsidi oleh pemerintah,” jelas Bambam.
Bambam juga menambahkan bahwa Pemkab Bogor memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk beberapa komoditas pangan yang dijual dalam GPM. “Kami berharap, dengan harga yang lebih murah dari pasaran, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan mereka, sekaligus membantu stabilitas harga di Kecamatan Rumpin dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Bogor secara keseluruhan,” ujarnya.
Bachril berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah. “Kami ingin roda perekonomian daerah terus bergerak, dan salah satu caranya adalah memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (Nicko)



