Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, kenaikan harga emas masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi di daerah tersebut.
Kepala BPS Palembang, Yudhistira Arya Nugraha, menyebutkan bahwa pada Januari 2025, inflasi di Palembang dipengaruhi oleh kenaikan harga emas dan cabai.
“Emas masih menjadi faktor utama penyumbang inflasi, karena harga emas terus naik meskipun secara perlahan,” ujarnya.
Sepanjang 2024, inflasi di Palembang tercatat sebesar 0,10 persen secara month-to-month (mtm) dan 3,07 persen secara tahunan. Kenaikan harga emas menjadi salah satu penyebab utama inflasi.
Pada Januari lalu, harga emas di Palembang kembali naik. Di Toko Emas Makmur Jaya, harga emas perhiasan dengan kadar 92 persen dijual seharga Rp8.450.000 per suku.
Secara umum, harga emas dan inflasi memiliki hubungan yang erat. Ketika inflasi tinggi, masyarakat cenderung beralih ke investasi emas, yang dianggap lebih stabil dan aman. Peningkatan permintaan ini kemudian menyebabkan harga emas terus naik. (dimas/aps)



