“Reaksi dolar AS terhadap hasil data inflasi AS ini bisa berdampak pada penguatan rupiah hari ini,” tuturnya.
Dari dalam negeri, terkait respon negatif terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen dinilai berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memberikan sentimen negatif untuk pergerakan rupiah hari ini.
Dengan beberapa faktor itu, kurs rupiah diprediksi menguat hari ini ke kisaran Rp16.100, dengan potensi resisten di kisaran Rp16.200.***



