Keuangan

Info Kurs Rupiah, Dibuka Melemah 56 Poin Terhadap Dolar AS Hari Ini Kamis 14 November 2024

×

Info Kurs Rupiah, Dibuka Melemah 56 Poin Terhadap Dolar AS Hari Ini Kamis 14 November 2024

Sebarkan artikel ini
Lembaran mata uang rupiah.
Ilustrasi lembaran uang rupiah. (Pixabay/IqbalStock)

KITAINDONESIASATU.COM – Berikut info terbaru kurs rupiah yang dibuka melemah 56 poin terhadap dolar AS pada hari ini Kamis 14 November 2024.

Tercatat, kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah 56 poin atau 0,35 persen menjadi Rp15.840 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.784 per dolar AS.

Sebelumnya Rabu 13 November 2024 kemarin, kurs rupiah ditutup melemah 2 poin atau 0,02 persen menjadi Rp15.784 per dolar AS, dari sebelumnya sebesar Rp15.782 per dolar AS.

Baca Juga  Presiden Jowoki Ungkap 55 Perusahaan Sudah Investasi di Pembangunan IKN

Melemahnya kurs rupiah itu terjadi menjelang rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS.

“Saat ini kondisi pasar sedang menantikan data Inflasi AS yang akan dirilis pada malam ini yang akan mempengaruhi kebijakan The Fed selanjutnya,” kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva dalam keterangannya.

Ketika inflasi di AS masih tinggi, maka berpotensi besar pasar akan mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS atau The Fed lebih lanjut, dan juga sebaliknya.

Taufan menuturkan data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang akan dirilis malam ini, diprediksi menunjukkan kenaikan inflasi sebesar 2,6 persen secara year on year (yoy), sementara inflasi inti diperkirakan stabil di 3,3 persen.

Baca Juga  Kabobs Kebab Buka Loker Tukang Kayu Lulusan SD, SMP, SMA di Bandung

Selain itu, retorika kebijakan proteksionis dari Pemerintahan Presiden terpilih AS Donald Trump turut meningkatkan minat terhadap dolar AS, sehingga melemahkan kinerja mata uang rupiah.

Beberapa analis juga memperkirakan bahwa kebijakan terkait tarif akan menjadi fokus utama kebijakan ekonomi Trump, dengan prediksi kenaikan tarif global sebesar 10 persen dan kenaikan tajam sebesar 60 persen untuk impor China, yang juga diproyeksikan akan mengganggu perdagangan utama Indonesia dengan China.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *