“Dengan tingkat suku bunga acuan di bawah 6%, potensi likuiditas akan lebih banyak mengalir di sistem perekonomian indonesia, dan daya beli masyarakat akan mengalami kenaikan ketika kemudian perbankan juga mengikuti dengan menurunkan suku bunga kreditnya,” katanya.
Ketiga, kebijakan investasi yang padat karya sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja. Ajib menekankan, penyediaan lapangan kerja yang masif menjadi prasyarat agar pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh signifikan di masa mendatang.
Dia menyimpulkan, pemerintah harus memanfaatkan momen Pilkada 2024 pada kuartal IV/2024 ini untuk mendongkrak daya beli secara umum.
Menurutnya, perputaran uang selama Pilkada 2024 akan langsung mengalir di masyarakat dalam bentuk barang maupun uang.
“Secara umum, kondisi perekonomian tahun 2024 kuartal keempat menjadi momentum pertumbuhan ekonomi lebih agresif dengan momentum pilkada serentak ini sehingga target asumsi dasar ekonomi makro dalam APBN 2024 yang mematok target pertumbuhan ekonomi 5,2% secara agregat bisa tercapai,” tutup Ajib.



