Kondisi itu dinilai akan muncul kebangkitan inflasi, kelanjutan perang dagang, sehingga berpotensi meningkatkan ketidakpastian global.
Pasar memiliki sikap spekulasi bahwa The Fed memiliki indikasi akan menahan suku bunga acuannya lebih lama.
Sedangkan dari dalam negeri, pasar dihadapi kebijakan pemerintah awal tahun 2025, dimana pemerintah akan memberlakukan tarif PPN sebesar 12 persen.
Kenaikan PPN dinilai akan memberikan dampak terhadap pelaku usaha dengan adanya kenaikan biaya produksi, yang menyebabkan kenaikan biaya produksi dan biaya konsumsi sehingga akan melemahkan daya beli masyarakat.
Bursa Saham
Dibuka melemah, IHSG berada di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah dengan sektor indutri turun paling dalam yaitu 2,83 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor keuangan yang masing- masing turun sebesar 2,18 persen dan 1,75 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MMIX, KJEN, POLU, LION, dan ENAK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TRUS, AKSI, SNLK, MTFN dan TIRA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.072.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan 18,04 miliar lembar saham senilai Rp11,72 triliun. Sebanyak 171 saham naik, 460 saham menurun, dan 315 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 92,81 poin atau 0,24 persen ke 39.364,68, indeks Shanghai melemah 24,84 poin atau 0,73 persen ke 3.361,49, indeks Kuala Lumpur melemah 9,52 persen atau 0,59 poin ke posisi 1.597,33, indeks Straits Times melemah 19,29 poin atau 0,50 persen ke 3.801,74.***



