KITAINDONESIASATU.COM – IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada sesi penutupan sore hari ini Kamis 2 Januari 2025.
Tercatat, IHSG ditutup menguat 83,30 poin atau 1,18 persen ke posisi 7.163,20.
Begitupun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 menguat 10,56 poin atau 1,28 persen ke posisi 837,21.
IHSG di BEI yang menguat itu terjadi di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya menyebutkan bahwa indeks saham di kawasan Asia akan terus berada di bawah tekanan, paling tidak hingga akhir kuartal I-2025.
Investor melihat kebijakan America First akan mendongkrak pertumbuhan dan tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS), menopang nilai tukar dolar AS serta membatasi ruang bagi bank sentral di Asia untuk memangkas suku bunga.
Investor memandang kinerja indeks saham di Asia tidak akan mengalahkan kinerja indeks saham di AS dalam waktu dekat, meskipun valuasi saham di Asia yang sudah sangat murah dibandingkan dengan valuasi saham di AS.
Investor cenderung fokus pada perusahaan-perusahaan dengan aliran kas yang kuat dan neraca yang sehat, karena perusahaan seperti ini lebih mampu menghadapi situasi di mana suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, serta juga menyesuaikan diri dengan kebijakan tarif perdagangan yang baru di AS.



